Target tak Tercapai, Armansyah Akui Baru Terealisasi 1.800 Unit Rumah Layak Huni
Kepala Bidang Perumahan Dinas Kawasan Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (DKPP. (Ist)

Target tak Tercapai, Armansyah Akui Baru Terealisasi 1.800 Unit Rumah Layak Huni

Pekanbaru – Program Perumahan rumah layak huni tersebar di beberapa Kabupaten- Kota di Provinsi Riau. Ada 2.000 unit direncanakan, baru 1.800 terealisasi. Progresnya mencapai 90 persen realsasinya.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perumahan Dinas Kawasan Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (DKPP) Proviinsi Riau’, Armansyah kepada awak Media yang menyambangi ruangannya di Gedung Dinas PUPR Riau, Senin, (16/12/2019).

“Baru terealisasi .1.800an unit dari 2.000 unit yang tersebar di 12 Kabupaten-Kota,” ujar Arman akrab disapa.

Disinggung berapa unit rumah dibangun rumah layak huni (RLH), setiap Kabupaten-Kota, Arman tak hanya menjelaskan secara umum saja. “Kita secara garis besarnya ada, secara detail ada di data,”kilah Arman.

Ketika didesak dimana rumah unit layak huni di Kota Pekanbaru, Arman menyebutkan pembangunan rumah.layak huni biasanya ada di perbatasan Kota Pekanbaru.,” ujar Arman.

Sayang Arman, enggan merinci rumah layak huni yang dibangun disetiap Kabupaten-Kota. Padahal’ sangat perlu guna diawasi agar bisa tepat sasaran.

Dikatakan Arman, anggaran per unit rumah layak huni sebesar Rp57.500.000,-. “Nilai anggaran Rp57.500.000,- termasuk pajak,” tutur Arman.

Kisah menarik, saat awak Media menyambangi Kepala Bidang Perumahan Dinas Kawasan Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (DKPP) Proviinsi Riau’, Armansyah diruangannya.

Awalnya awak media sudah lama menunggu diruangan Armansyah tersebut. Hal itu terkonfirmasi, saat Armansyah mengetahui via pesan elektronik whattsap.

“Saya sedang menuju kantor,” ujar Arman karna sebelumnya sudah janji pukul 13 00 wib menerima awak Media.

Saat Armansyah tiba diruangan’ awak media tampak didampingi stafnya.

Entah kenapa, sang sekuriti minta isi daftar tamu agar bisa menemui. Pun, permintaan sekuriti diikutin. “Kalau mau menemui belaiu (Arman-red), harus melalui saya,” ujar sang securiti dengan gaya garangnya.

Awak media pun memberikan nama-nama asal media yang akan disetorkan ke atasanya itu. “Sayang’ sang securiti pun, belum lengkap betul menulis nama media,”

Sang securiti pun meminta’ hal apa saja untuk dikonfirmasi. “Apa yang mau dikonfirmasi,” dengan tangkasnya.

Tak menunggu lama, sang securiti memanggil awak media. Menariknya, sepanjang wawancara dengan media, sang sekuriti berdiri teg mengawal di pintu masuk. Pandangan berbeda tidak dilakukam sang securiti ketika setiap tamu yang hadir menemui sang Kabid. (Red)

CATEGORIES
TAGS