Home Serambi Riau Pekanbaru

Proyek Rehab di Komplek SMAN 10 Pekanbaru Dipertanyakan

Lihat Foto
×
Proyek Rehab di Komplek SMAN 10 Pekanbaru Dipertanyakan

Pekanbaru - Proyek rehab di Aula SMA Negeri 10 konon kabarnya merupakan kegiatan bersumber dari APBD Provinsi 2021. Namun, saat ditinjau ke lokasi komplek SMA Negeri 10, tak ada papan proyek terpasang. Saat disambangi para pekerja mengaku, proyek tersebut, milik Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Hanya saja, proyek direhab tersebut bukan ruangan kelas melainkan aula sekolah. "Kami sudah hampir dua minggu lebih kerja. Plang proyek tak ada," ujar pekerja enggan disebutkan namanya ke awak media ini, Kamis, (16/9/2021) sekira pukul 13.00 wib. Pantauan dilokasi, empat orang pekerja disana sedang melakukan pengecatan atap yang sudah terpasang. Pandangan lain, masih ada triplek yang sudah usang belum dibersihkan. Sehingga, pekerjaan terkesan kurang rapi pekerjaannya. Kemudian, dengan pengecatan triplek setelah terpasang dinilai kurang maksimal hasilnya. Sedangkan, kwalitas cat yang digunakan cukup dipertanyakan. Jumlah cat yang ditemuin dilokasi hanya 2 kaleng dengan merk branded. "Pekerjaan kami hanya mengecet dan masang atap saja bang," ujar si sumber menambahkan. Saat ditanya keberadaan pengawas proyek, ia menyebutkan sedang diluar. "Tadi ada. Pengawasnya makan tadi," sebutnya. Hampir ditunggu setengah jam, pengawas tak kunjung datang. Akan Turun Saat dikonfirmasi perihal tersebut ke Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikram merespon. "Ya, kita croscek dl ke lapangan trims infonya," kata Zul Ikram, Jumat, (17/9/2021) pagi. Berbeda dengan Kepala Bidang SMÀ, Disdik Provinsi Riau, M. Guntur dan PPTK proyek Nirmala, sama sekali tak merespon konfirmasi yang dilayangkan. Barulah, Ardison selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menanggapi konfirmasi perihal kegiatan tersebut meskipun belum utuh. Awalnya, Ardison ngotot ada papan proyek tersebut telah terpasang. "Sudah ada. Masak gak ada," klaim Ardison. Namun, Ardison hanya menyebut proyek tersebut rehab ringan. Dan, untuk lebih jelasnya meminta awak media ini menghubungi PPTK melalui nomor telepon yang dikirimkan Ardison. "Silahkan PPTK Bu Nirmala dihubungi," ujar Ardison. Sayang, saran Ardison agar bisà meminta tanggapan ke PPTK tersebut tak berjalan mulus. "Beliau ada acara di Hotel Mutiara," ujar Ardisòn saat memberi infomaasi Nirmala tak bisa merespon komunikasi yang dilakukan. Lalu, Ardison menyampaikan informasi terkait proyek rehab. Hanya saja, informasinya belum lengkap termasuk rekanan yang mengerjakan proyek, konsultan pengawas dan lama kerja proyek tersebut. "Proyek tersebut rehab ringan. Nilainya Rp180 juta," sebut Ardison. Hingga berita ini dimuat, Kabid SMA, M. Guntur dan PPTK proyek rehab, Nirmala tak kunjung merespon konfirmasi yang telah dìkirim tersebut.(Pem/SC-01).


Komentar Via Facebook :