Sah… Muhammad Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kasus Pipa Transmisi, IMD: Usut Sampai Pimpinannya
Illustrasi

Sah… Muhammad Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kasus Pipa Transmisi, IMD: Usut Sampai Pimpinannya

Pekanbaru – Gugatan praperadilan yang dilayangkan Muhammad tersangka  dugaan korupsi proyek pipa transmisi PDAM senilai Rp3,4 miliar, ditolak Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru. Ditolaknya gugatan praperadilan tersebut, dalam penetapan tersangka dugaan kourpsi pipa trasamisi PDAM telah sesuai prosedur dan perlu dibuktikan di persidangan.

“Menerima eksepsi termohon (Dit Reskrimsus Polda Riau) dan menolak permohonan (Prapid) pemohon,” kata Hakim tunggal Yudisilen, saat membacakan putusan praperadilan tersebut  dilansir antaranews.com, Selasa, (24/3/2020)

Selain menolak gugatan teraebut, hakim memerintahkan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melanjutkan proses penyidikan dugaan korupsi pengadaan pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada 2013 silam.

Seperti diketahui, sudah ada 3 (tiga) orang dijera yaitu Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Sabar Stevanus P Simalonga, Direktur PT Panatori Raja selaku pihak rekanan dan Syahrizal Taher selaku konsultan pengawas. Ketiganya sudah dihadapkan ke persidangan.  Atas perbuatan itu, keuangan negara dirugikan sebesar Rp2,6 miliar.

Direktur Ekaekutif, Indonesia Monitoring Development (IMD), Raden Adnan, S.H., M.H menyambut baik putusan hakim atas ditolaknya permohonan gugatan praperadilan yang diajukan Muhammad atas status tersangka yang disandangnya.

“Artinya, kasus tersebut tidak terhenti hanya di level Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tapi juga menyeret dugaan keterlibatan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), bahkan Pengguna Anggaran (PA) yakni Ir. SF.Haryanto, M.T selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau saat itu. Pun,  harus diseret ke pengadilan  mempertanggungjawabkan di hadapan hukum. Sebab,  dia juga mengetahui serah terima pekerjaan proyek proporsional hand over (PHO-red) dengan bobot seratus persen. Kalau Kepala Dinas tidak teken, mana mungkin bisa di PHO-kan bukti keterlibatan nya sudah lengkap dalam laporan yang saya sampaikan waktu itu, kalau polisi masih butuh bukti saya siap memberikannya kembali ,” tutur Adnan, Rabu, (25/3/2020) ketika dimintai tanggapannya terkait putusan gugatan praperadilan yang diajukan Muhammad.

Ia mengaku, dirinya mengetahui ihwal proses proyek pipa transmisi PDAM yang dikerjakan di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

“Saya melaporkan kasus tersebut ke Mabes Polri. Saya percaya Polda Riau bisa menuntaskan dugaan korupsi proyek pipanisasi tersebut. Dan tidak hanya terhenti sampai Muhammad saja, juga dugaan keterlibatan atasannya selaku Kepala Dinas PU Provinsi Riau, SF. Haryanto, M.T kala itu, supaya diusut tuntas,” tegas Adnan. (*)

CATEGORIES
TAGS