Home • Serambi Riau • Pekanbaru
Sedari Awal Disorot: Gedung SMAN 17 Pekanbaru Dibangun Mentereng, Tapi Siswa 'Melancong'
Tampak gedung SMAN 17 Pekanbaru dibangun tak jauh dari Saluran Tekanan Tinggi (Sutet) Listrik . (Dok: SC)
Pekanbaru - Diperkirakan sebanya 150 siswa angkatan pertama mendaftar di SMAN 17 pada tahun 2024 lalu. Dan pada tahun ajaran 2025 akan diterima pendaftaran kembali siswa baru. Sehingga, penerimaan siswa menjadi tahun angkatan kedua. Anehnya, penerimaan siswa berlabelkan SMAN 17, sudah diterima tanpa menikmati gedung 'megahnya'.
Sehingga, sebutan 'siswa melancong' dialamatkan bagi siswa SMAN 17, karena 'menumpang' belajar mengajar digedung lain. Dan, belum diketahui sampai kapan siswa SMAN 17 tak lagi 'melancong' alias menempati gedung yang berbiaya Rp2.4 miliar lebih.
Adalah ruangan wisma PGRI milik Pemerintah Provinsi Riau yang berdada di Jalan Wisma PGRI Kelurahan Delima Kecamatan Tampan menjadi tumpangan belajar siswa.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Terbatasnya gedung sekolah untuk menampung siswa saat penerimaan siswa ditingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) dilingkungan Pemprov Riau,...
Jadi Sorotan
Dirangkum berbagai sumber, proyek pembangunan gedung SMAN 17 dikerjakan CV Romalindo sedari awal dibangun telah disorot.
Anggaran yang bersumber dari APBD Riau telah dianggarkan dan kegiatan pembangunan sempat dihentikan pekerjaannya pada 2023 lalu. Ruang telah siap dibangun, rencananya akan ditempati untuk ruang kelas siswa, ruang majelis guru, ruang tunggu, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha dan ruang tamu.
Dia mengungkapkan, pembangunan SMAN 17 dihentikan karena ada kesalahan dari kontraktor sebelumnya diblacklist (masuk daftar hitam-red) dan dilanjutkan CV. Romalindo setelah melalui proses tender.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Angkutan massal kebanggaan warga Kota Pekanbaru bernama Trans Metro Pekanbaru (TMP), kini seakan dirundung banyak masalah. Dari 67 bus...
"Sebelum dilanjutkan kami sudah meminta Tim Ahli Penilaian Mutu Bangunan untuk melakukan penilaian apakah bangunan sekolah tersebut bisa dilanjutkan, begitu juga kami telah meminta Inspektorat untuk mengevaluasi spek bangunan tersebut," ujar Alfira Media Vokal online.
Sorotan lain, bangunan gedung SMAN 17 juga dipersoalkan karena dibangun bisa dikatakan dibawah saluran tekanan tinggi (SUTET) listrik.
Tanah Dihibahkan
Sumber Vokal Online juga mengungkapkan bahwa lahan atau tanah komplek SMAN 17 merupakan hibah disebut dari mantan Kepala Desa Labuh Baru Raden Mas Maein.
Soal hibah lahan pembangunan SMAN 17 itu, Alfira hanya membenarkah hibah lahan SMAN 17 tersebut, tetapi tak mengetahui pemilik lahan hibah tersebut.
"Saya tidak tahu soal itu (hibah-red) dari mana," kata Alfira saat dikonfirmasi satelit.co Senin, (21/4/2025) pagi.
Terkait status gedung, Alfira menjelaskan telah diserahkan atau di PHO-kan dari kontraktor ke sekolah.
Disinggung soal kapan gedung SMA 17 difungsikan, kata Alfira, untuk bsa di fungsional masih menunggu proses jalan di kerjakan oleh pihak PUPR Kota Pekanbaru.
"Untuk listrik sedang dlm proses. Kantin tak ada ( cek kebenaran di lapangan?)," ujar Alfira dan mengaku dirinya tak lagi menjabat Plt Kabid SMA karena dirinya dirinya sudah diganti pada pertengan bulan puasa lalu.
Terkait bantahan Alfira soal kantin, dari pantauan dilapangan pada Kamis, 17 April 2025 lalu, tampak ada bangunan mirip kantin disebelah barat gedung SMAN 17.
Terhadap bangunan mirip kantin itu, jika bagian dari anggaran yang bersumber dari APBD Riau 2023, kalau tak dimanfaatkan akan rusak dan anggaran terbuang sia-sia. (***/Red)




Komentar Via Facebook :