Sepuluh Kali Sidang Bergulir, Kata Jaksa KPK Tersangka Baru Kasus Jembatan Kampar
Sidang Jembatan WFC Kampar digelar dua hari berturut-turut, Kamis dan Jumat dengan mengahdirkan saksi-saksi dari sub kontraktor pengerjaan pembangunan Jembatan WFC Kampar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Jumat, (9/4/2021). (Dok: SC).

Sepuluh Kali Sidang Bergulir, Kata Jaksa KPK Tersangka Baru Kasus Jembatan Kampar

Pekanbaru – Saksi-saksi yang dihadirkan untuk terdakwa Adnan dan I Ketut Suarbawa telah memberi keterangan ada aliran uang ke eks Bupati Kampar, Jefri Noer. Pasalnya, tidak dikembalikannya aliran uang tersebut, karena Jefri Noer sendiri tak mengakui menerima uang. Selain itu, Jefri Noer disebut merupakan inisiator pembangunan Jembatan Water Front City (WFC) Kampar, ternyata dalam pelaksanaannya complicated atau rumit. Selain itu, menetapkan tersangka baru bukan karena desakan publik melainkan memiliki dua alat bukti.

Hal tersebut disampaikan Jaksa KPK, Ferdian Adi Nugroho, Jum’at, (9/4/2021) setelah perjalanan sidang terdakwa Adnan dan I Ketut Suarbawa pada sidang Tipkior Jembatan WFC Kampar, sebanyak 10 (sepuluh) kali persidangan.

‘Ngaku aja (terima uang-red) gak, apalagi mengembalikan,” ujar Jaksa KPK, Ferdian Adi Nugroho seakan menegaskan kembali menjawab pertanyaan Awak Media soal pengembalian uang diduga diterima eks Bupati Kampar Jefri Noer.

Dikatakan Ferdian, inisiator pembangunan Jembatan WFC Kampar adalah Bupati Kampar saat itu Jefri Noer.

‘Awalnya, daerah itu akan dijadikan kawasan Water Front City, termasuk didalamnya Jembatan WFC Kampar. Boleh dibilang inisiatornya Jefri Noer selaku Bupati pada saat itu agar mewariskan legacy sebagai icon Kampar. Kalau kita memahami secara positif bagus. Masalahnya, ternyata complecated atau rumit dari sisi pelaksanaannya,” kata Ferdian.

Ferdian memaparkan, meskipun sidang masih berjalan, dari sisi penyidikan bahwa sudah ada terbukti korupsi dalam pembangunan Jembatan WFC Kampar.

“Bahwa dalam fakta-fakta persidangan pengatutan lelang pemenang sudah dikondisikan. Siapa yang mengkondisikan Indra Pomi. Lalu, Indra Pomi siapa yang nyuruh? Pak Jefri Noer. Dari Jefri Noer nyuruh Indra Pomi, dari Indra Pomi nyuruh ke Adnan dan dari Adnan nyuruh Fauzi. Kan, gitu urut-urutanya,” ungkap Ferdian.

Ia menegaskan, inisiator pembangunan Jembatan WFC Kampar sejak awal sudah diketahui dari dakwaan Adnan dan I Ketut Suarbawa.

“Sejak awal kan sudah diketahui dalam dakwaan Adnan dan I Ketut,” katanya.

Jaksa Ferdian, pihaknya menyidangkan perkara pembangunan Jembatan WFC Kampar, bukan mencari aktor intelektualnya melainkan siapa yang melakuan tindak pidana korupsi.

“Sementara ini, yang ditetapkan baru Adnan selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan Kabupaten Kampar. Dan, I Ketut Suarbawa dari PT. Wijaya Karya selaku kontraktor,” terang Ferdian.

Ferdian tak menampik jika dalam perjalanan sidang, pihak Jaksa mempunyai keyakinan ada terbukti menerima aliran uang tidak tertutup membuka peluang tersangka baru.

“Misalnya, kami punya keyakinan seseorang ada menerima uang. Kita juga buka peluang kesitu (tersangka baru-red) sepanjang itu telah memiliki dua alat bukti. Jadi menetapkan tersangka bukan atas desakan masyarakat atau publik,” tegasnya.

Disinggung soal apakah sudah ada alat bukti menjerat untuk menetapkan tersangka baru setelah 10 (sepuluh) kali persidangan terdakwa Adnan dan I Ketut berlangsung, secara diplomatis Ferdian menjawab.

“Ada saksi memberi keterangan telah beberapa kali memberi uang. Itu baru satu alat bukti. Saksi yang sama juga memberi keterangan bahwa ada pihak lain selain dirinya dalam hal ini kontraktor juga memberikan uang ke orang yang sama. Ada juga saksi yang langsung memberikan. Jadi tidak hanya satu saksi kita periksa. Belum semua kita periksa kan. Nanti,” pungkas Ferdian.

Sebagai tambahan, sidang terdakwa Adnan dan I Ketut Suarbawa pada perkara Jembatan WFC Kampar telah 10 (sepuluh) kali disidangkan. Persidangan dua hari berturut-turut, Kamis dan Jumat menghadirkan 9 (sembilan) saksi yang berasal dari sub kontraktor (vendor) pekerjaan pembangunan Jembatan WFC Kampar. Dalam kasus pembangunan Jembatan WFC Kampar. Sidang terdakwa Adnan dan I Ketut Suarbawa pada perkara Jembatan WFC Kampar diperkirakan terus bergulir hingga Mei 2021 (Pem/SC-01).

CATEGORIES
TAGS