Home • Serambi Riau • Pekanbaru
Tanggapan Kepsek SDN 15 Pekanbaru Soal Revitalisasi Sekolah Dipertanyakan
Tampak salah seorang pekerja pembangunan revitalisasi di SD Negeri 15 Pekanbaru, Provinsi Riau. (Dok: SC)
Pekanbaru - Revitalisasi pembangunan UKS, Perpustakaan dan Toilet di SD Negeri 15 Pekanbaru, Sarkani selaku Kepsek SD Negeri 15 Pekanbaru, setelah 2 (dua) hari kemudian direspon.
Konfirmasi yang dilayangkan pertanyaam Media ini via pesan elektronik whatsapp dilayangkan, Kamis, (2/10/2025) dikarenakan Kepsek Sarkani beberapa kali disambangi di sekolahnya sulit ditemuin. Sejumlah alasanpun disampaikan, sehingga seolah-olah menghindari pekerja kuli tinta.
Terkait jawaban disampaikan saat ditanyakan soal siapa kepala tukang dilokasi pekerjaan disebut Sarkani Muhammad Rasul merangkap logistik. Faktanya dilapangan, beberapa kali ditemui pekerja dilokasi proyek tak ada yang mengaku bekerja kepala tukang.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Pengerjaan dana alokasi khusus (DAK) yang bersumber anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2025 di SD Negeri 15 Pekanbaru, Provinsi...
Anehnya, di absensi terletak di meja lokasi proyek, ada bernama Gimin yang dituliskan sebagai Kepala tukang, dan semua mengaku sebagai pekerja.
Kemudian, saat ditanya rekanan konsultan pekerjaan revitalisasi di SDN 15 Pekanbaru, Sarkani menyebut tak perusahaan, konsultan individu atau tim tehnis. Sebelumnya diberitakan Media ini, saat pertama kali ditemui salah seorang wanita mengaku diutus dari CV. Ritra Consultan bernama Lovinda Saputri.
Selanjutnya, ketika ditanya jumlah pekerja lokal dan luar diperkerjakan, Sarkani menjawab, pada umumnya pekerja lokal. Menurut sumber dilapangan yang mengaku bernama Rehan bahwa ada pekerja dari luar dan wali murid dilingkungan sekolah. Pertanyaan ini diajukan karena, pengerjaan revitalisasi jenis pekerjaan swakelola.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Salah satu Pejabat pelaksana tehnis tehnis (PPTK), Nendra Febriyatna yang ditunjuk dalam pembagunan ruang kelas baru (RKB) SMA Negeri 17...
Sarkani juga ditanyakan soal anggaran revitalisasi, apakah di transfer langsung ke sekolah?
"Pencairan langsung dibank. Melalui transfer rekening yang sudah ditentukan oleh kementerian dan sekolah tidak memiliki buku rekening," jawab Sarkani dalam keterangannya diterima, Sabtu, (4/10/2025) pagi.
Jawaban Sarkani ini berbeda dengan apa yang disampaikan Kabid Sarpras Disdik Pendidikan Kota Pekanbaru, Multiperi ketika ditanyakan hal yang sama.
"Anggaran langsung di transfer ke rekening sekolah," ujar Peri akrab disapa dalam keterangan tertulisnya dikirim pada Kamis, 15 September 2025 lalu.
Multiperi juga menginformasikan bahwa selain pekerjaan diawasi konsultan individu, Kota pekanbaru mendapat alokasi kegitan revitalisasi sebanyak 15 SD dan 5 SMP.
"Jadi total anggaran lebih kurang 14 miliar," ungkap Peri.
Pertanyaan terakhir dilayangkan, dimimtai tanggapannya soal ada saat pengerjaan kolom masih ada genangan air, Sarkani mengatakan, air yang tergenang adalah air hujan.
"Hal yang wajar dalam situasi musim hujan. Tanah termasuk dataran tinggi. Tinggal ditimba sampai kering," kata Sarkani.
Hasil pantauan dilapangan pagi hari pada Rabu, 24 September 2025, saat pembuatan kolom, pekerja tak menimba air seperti apa yang disampaikan Kepsek SD Negeri 15 Pekanbaru, Sarkani.
Pantauan Media ini bersama media lainnya, Kamis, (2/10/2025), tampak papan proyek revitalisasi SD Negeri 15 Pekanbaru, ditempel di dinding depan kantin sekolah. Di papan proyek tertulis sejumlah nama termasuk Kepela Sekolah Sarkani. Dari sekian jumlah nama, tak tertulis tupoksi masing-masing.
Di papan proyek tertulis besaran anggaran Rp391 juta lebih yang bersumber dari APBN 2025 dan waktu pekerjaan selama 120 hari.
Berbeda pandangan ketika berada di lokasi proyek revitalisasi SD Negeri 5 Pekanbaru, sejumlah nama di papan proyek dituliskan tupoksi masing-masing, juga papan proyek mudah didapati masyarakat umum.
Proyek revitalisasi SD Negeri yang bersumber dari APBN, sepertinya belum seragam dalam petunjuk dan tehnis serta kata transparansi. (Red-01)




Komentar Via Facebook :