Tiga Kadus Diberhentikan Sekaligus, Kades Pangkalan Baru: Ini Kebijakan Kades
Ilustrasi

Tiga Kadus Diberhentikan Sekaligus, Kades Pangkalan Baru: Ini Kebijakan Kades

"Pihak Kecamatan tidak tau menahu dan Senin akan memanggil Kades terkait hal itu," - Camat Siak Hulu, Fajri Hasbi,

Kampar – Tiga Kepala Dusun (Kadus) dan satu Ketua Rukun Warga (RW) diberhentikan oleh Kepala Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Yusry ditengarai tanpa alasan jelas. Sebab, priode masa jabatan ketiga Kadus dan RW tersebut, baru berakhir 2022 mendatang. Ironisnya, Yusry Erwin baru menjabat 2 (dua) bulan sejak dilantik akhir Desember 2019 lalu, sudah membuat kebijakan mengejutkan.

Surat keputusan pemberhentian Kades Pangkalan Baru, dikeluarkan dengan nomor :140/PKL.B.PEM/021 tertanggal 28 Februari 2020. Dalam petikan surat keputusan tersebut, tak ada alasan jelas pemberhentian ketiga kadus tersebut. Yang ada, isinya hanya pemberhentian dan ucapan terimakasih atas pengabdian selama kepala dusun.

Hal tersebut disampaikan 2 (dua) Kepala Dusun dari 3 (tiga), menanggapi surat keputusan (SK) pemberhentian oleh Kepala Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Yusri Erwin, kepada Media ini ketika dihubungi melalui telepon selularnya, masing-masing, Sabtu,(29/2/2020).

“Saya kaget juga. Pulang dari kebun, ada surat dari desa diantar ajudan Kepala Desa. Isinya, surat keputusan pemberhentian saya sebagai kepala dusun (kadus),” ujar Sarkani (50) sebagai Kepala Dusun IV, Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Menurut Karni akrab disapa Sarkani, sepengetahuannya dirinya tak ada berbuat salah selama ini. Kalaulah kinerja kita dievaluasi, tentu saya sebagai kadus diajak komunikasi atau paling tidak dibuat panggilan apa permasalahan yang terjadi. “Tak ada hujan tak, tak ada angin. Dipanggil pun tidak, tiba-tiba ada surat pemberhentian. Kita bukan karena jabatan itu, tapi cara pemberhentian itu saja.’ ucapnya.

Senada dengan Sarkani, Kepala Dusun II Azit Puzirat (58) menuturkan, dirinya juga menanyakan keluarnya surat keputusan pemberhentian sebagai kepala dusun II. “Kita juga bingung, kami bertiga dan satu kepala rukun warga diberhentikan tanpa alasan jelas. Intinya, kami tidak pernah diajak komunikasi evaluasi soal kinerja maupun yang lain. Menurut saya, harusnya ada surat peringatan atau teguran. Kan, ada juga prosedurnya, bukan asal diberhentikan,” jelas Azit.

Tak jauh berbeda,, Kadus III. Rahman (48), juga menyampaikan pemberhentian sebagai kadus tak jadi masalah, asalkan melalui prosedur yang benar. “Kan, ada aturan juga. Kita gak ada kecewa, semua ada aturannya, apa itu ada SP atau teguranlah,” kata Rahman. Pengakuan dari ketiga kepala dusun tersebut usia mereka belum ada yang genap 60 (enam) puluh tahun.

1
2
3
CATEGORIES