Tiga Pejabat Imigrasi Pekanbaru Jadi Saksi, Sinyal Hakim ke Wawan Dihadirkan Lagi
Rangkaian peristiwa berhasil dibidik sebelum dan sesudah persidangan terdakwa Krisna Olivia dan Salman Alfarizi Hanafi di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Selasa, (14/9/2021). (Dok: SC)

Tiga Pejabat Imigrasi Pekanbaru Jadi Saksi, Sinyal Hakim ke Wawan Dihadirkan Lagi

Pekanbaru – Tiga pejabat Imigrasi Pekanbaru kala itu merupakan pimpinan (ralat-red) kedua terdakwa Krisna Olivia dan Salman Alfarizi Hanafi, dihadirkan jadi saksi dalam persidangan Tipikor Pengadilan Pekanbaru, Selasa, (14/9/2021)

Tiga pejabat Imigrasi Pekanbaru menjadi atasan langsung dua terdakwa semasa pegawai di Kantor Imigrasi Klas I TPI Pekanbaru sekira September 2019 lalu, yaitu Erwin selaku Kasi Lantaskim, Wawan menjabat Kasubsi Pelayanan Dokumen Perjalanan dan Swardana Riza alias Arii selaku Kasubag SDM.

Dari tiga saksi yang dihadirkan, keterangan saksi Wawan yang dianggap berbelit-belit itu, mengundang riuh pengunjung dan sekan sinyal mengundang amarah Hakim yang diketuai Iwan Irawan.

Sinyal kemarahan Hakim, saat saksi Wawan ditanya seputar keingintahuan saksi Wawan terkait proses pengurusan paspor VIP dan Paspor yang dilakukan kedua terdakwa.

Menurut Wawan, sebelum ada surat edaran Dirjen Imigrasi sekira dibawah diperbolehkan pengurusan paspor melalui biro jasa.

“Permohonan pengurusan paspor tidak bisa diwakilkan, dan harus pemohon langsung, sesuai surat edaran dirjen. Dulu sebelum keluar itu, masih diperbolehkan pegurusan paspor melalui biro jasa,” ujar Wawan

Saat keterangan Wawan kurang jelas, atas tindkan apa ia lakukan selaku atasan saat peristiwa itu terjadi, Hakim meminta Wawan memberi keterangan yang jelas.

“Sepertinya ada yang disimpan sehingga anda memberi keterangan kurang jelas. Anda sudah disumpah,” kata Hakim Iwan Irawan seakan sinyal memancing amarah Hakim.

Sejumlah pertanyaan dilayangkan ke saksi Wawan sempat beberapa kali diambil alih Hakim. Sepanjang persidangan, duduk dikursi panas pun tampak duduk tenang sehingga penjelasannya dianggap berbelit-belit.

Amarah Hakim memuncak, saat terdakwa Krisna Olivia keberatan atas kesaksian Wawan terkait persetujuan penerbitan paspor, persyaratan pembuatan paspor dan Wawan tidak mengetahui peristiwa yang menimpanya.

Bahkan, ada dua keterangan Wawan berubah saat Krisna Olivia keberatan atas kesaksian Wawan.

“Anda jangan buat main-main persidangan ini,” kata Hakim Iwan.

Saat diingatkan Hakim, Wawan terus ‘nyerocos’ memberikan keterangannya seakan tak menggubris peringatan Hakim. Lantas, suara tinggi Hakim anggota Mahyudin pun keluar.

“Diam. Kamu koq gak bisa diam,” ujar Mahyudin membuat sidang tegang.

Lantas, Wawan pun menunduk setelah mendengar hardikan Hakim.

Erwin Mengetahui
Saksi lainnya, Kasi Lantaskim, Erwin ditanya seputar proses pengurusan penerbitan paspor VIP dan biasa serta keingintahuannya praktek-praktek percaloan.

“Persyaratan pengurusan paspor harus lengkap. Kalau tiďak lengkap, ditolak. Dokumen bisa foto copy, tapi dibawa juga aslinya,” ujar Erwin yang kini menjabat Kasub Peizinan Kanwil Kemenkumham Provinsi Maluku.

Ditanya, soal dirinya pernah mengkonfirmasi atas kejadian yang menimpa bawahannya itu? Erwin mengaku dirinya sedang cuti dan kedua bawahannya itu telah ditarik pihak Kanwil untuk diperiksa.

“Krisna Olivia tetap konsultasi dengan Wawan jika berkas ditolak. Saya tidak menanyakan soal kejadian yang menimpa mereka karena saya cuti. Saya tahu setelah diperiksa penyidik,” kata Erwin.

Diakhir kesaksiannya, Erwin mengaku mengenal Wandri Zandri selaku biro jasa pengurusan paspor.

“Pernah ngobrol— dan kenal dan tak pernah terima apa dari Wandri Zandri. Saya mengetahui adanya biro jasa tersebut,” kata Wawan saat ditanya penasehat terdakwa.

Di akhir persidangan, Hakim Ketua Iwan Irawan mengingatkan saksi Wawan agar bersedia hadir kembali jika dibutuhkan keterangannya.

Dijemput
Sidang perdana, Jumat, (10/9/2021) lalu, dua terdakwa tampak diruang tunggu jaksa mengenakan rompi. Sidang lanjutan, Selasa (14/9/2021), dua terdakwa mengenakan rompi tersebut duduk didepan ruang jaksa dan tak lagi diruangan Jaksa.

Saat usai sidang digelar, hanya terdakwa Salman Alfarizi Hanafi dijemput mobil sedan. Sedangkan, Krisna Olivia lolos dari pandangan wartawan. (SC-01)

CATEGORIES
TAGS