Home • News •
Trump Umumkan Kebijakan Baru Soal Pekerja Asing Masuk ke AS
Washington - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, akan mengumumkan kebijakan baru untuk memblokir masuknya pekerja asing tertentu dan melindungi warga AS di tengah hancurkan pasar kerja akibat pandemi Covid-19.
“Kami akan mengumumkan sesuatu tentang visa pada besok atau lusa,” kata Trump kepada Fox News Channel, Sabtu (20/6), waktu setempat.
Ditanya apakah akan ada pengecualian dari pembatasan visa itu, Trump mengatakan sangat sedikit. “Anda membutuhkan mereka untuk bisnis besar di mana mereka memiliki orang-orang tertentu yang telah datang untuk waktu yang lama, tetapi sangat sedikit pengecualian dan mereka cukup ketat. Dan kita bahkan mungkin akan sangat ketat untuk jangka waktu tertentu,” tegas Trump.
-
Perlu Dibaca :
Merauke - Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap (Danrem 174/ATW) Kodam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Bangun Nawoko bersama Bupati Merauke Frederikus...
Para kritikus menilai Trump tampaknya akan menggunakan pandemi ini untuk mewujudkan rencananya yang sudah lama ingin membatasi imigran ke AS. Sikapnya yang keras tentang imigran ini merupakan poin penting bagi para pemilih ketika Trump mencalonkan diri kembali untuk pemilihan presiden November mendatang.
Perusahaan-perusahaan besar Amerika, khususnya di sektor teknologi, mendesak Trump mengkaji kembali kebijakan pembatasan pekerja asing, karena merugikan perekonomian AS.
Pada April lalu, Trum pernah memerintahkan menutup sementara izin beberapa orang asing untuk mendapatkan tempat tinggal permanen di AS. Pada Maret lalu Trump juga mengumumkan kemungkinan mendeportasi cepat imigran yang tertangkap di perbatasan dan secara virtual memutus akses ke sistem suaka AS.
-
Perlu Dibaca :
Jakarta - Kepala Kepolisian Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengungkapkan berawal perselisihan pribadi antara John Kei dengan saudaranya, Nus Kei dan...
Sementara itu, saat rapat umum pertama Partai Republik, di Tulsa, Oklahoma, Sabtu, waktu setempat, Trump mendesak tim penanganan Covid-19 memperlambat pengujian mencari warga yang tertular, karena peningkatan tes menyebabkan lebih banyak kasus baru.
“Inilah bagian yang buruk: Ketika Anda melakukan pengujian sejauh itu, Anda akan menemukan lebih banyak orang, Anda akan menemukan lebih banyak kasus,” tambahnya.
Episentrum Berpindah AS telah melakukan sekitar 27 juta uji virus korona terhadap wargnya. Angka kematian akibat Covid-19 di AS sendiri pada Sabtu telah bertambah 568 kasus, menurut penghitungan oleh Johns Hopkins University. Total kematian di negara itu 119.654 kematian dari 2.251.205 kasus resmi. Sekitar 20 negara bagian mengalami peningkatan infeksi karena episentrum wabah di negara itu telah berpindah dari New York dan timur laut negara itu ke bagian selatan dan barat.
Kampanye pertama Donald Trump sejak krisis virus korona, di Oklahoma, itu juga dikritik karena berpotensi besar sebagai acara yang dapat meningkatkan penyebaran Covid-19.
Enam staf yang bekerja untuk kampanye pemenangan Trump dilaporkan terinfeksi virus korona. “Sesuai dengan protokol kesehatan, staf yang bekerja di tim kampanye menjalani tes sebelum menggelar acara kampanye. Enam staf dinyatakan positif dari ratusan pegawai yang menjalani tes. Karantina segera dilakukan,” kata Direktur Komunikasi Kampanye Trump, Tim Murtaugh. (KJC/SC-01)




Komentar Via Facebook :