Home News

Trump Umumkan Kebijakan Baru Soal Pekerja Asing Masuk ke AS

Lihat Foto
×
Trump Umumkan Kebijakan Baru Soal Pekerja Asing Masuk ke AS

Washington - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, akan mengumumkan kebijakan baru untuk mem­blokir masuknya pekerja asing tertentu dan melindungi warga AS di tengah hancurkan pasar kerja akibat pandemi Covid-19.

“Kami akan mengumumkan sesuatu tentang visa pada be­sok atau lusa,” kata Trump ke­pada Fox News Channel, Sabtu (20/6), waktu setempat.

Ditanya apakah akan ada pengecualian dari pembatas­an visa itu, Trump mengatakan sangat sedikit. “Anda membu­tuhkan mereka untuk bisnis besar di mana mereka memi­liki orang-orang tertentu yang telah datang untuk waktu yang lama, tetapi sangat sedikit pe­ngecualian dan mereka cukup ketat. Dan kita bahkan mungkin akan sangat ketat untuk jangka waktu tertentu,” tegas Trump.

Para kritikus menilai Trump tampaknya akan mengguna­kan pandemi ini untuk mewu­judkan rencananya yang sudah lama ingin membatasi imigran ke AS. Sikapnya yang keras ten­tang imigran ini merupakan poin penting bagi para pemilih ketika Trump mencalonkan diri kembali untuk pemilihan presi­den November mendatang.

Perusahaan-perusahaan besar Amerika, khususnya di sektor teknologi, mendesak Trump mengkaji kembali ke­bijakan pembatasan pekerja asing, karena merugikan per­ekonomian AS.

Pada April lalu, Trum per­nah memerintahkan menutup sementara izin beberapa orang asing untuk mendapatkan tem­pat tinggal permanen di AS. Pada Maret lalu Trump juga mengumumkan kemungkinan mendeportasi cepat imigran yang tertangkap di perbatasan dan secara virtual memutus ak­ses ke sistem suaka AS.

Sementara itu, saat rapat umum pertama Partai Repu­blik, di Tulsa, Oklahoma, Sabtu, waktu setempat, Trump mende­sak tim penanganan Covid-19 memperlambat pengujian men­cari warga yang tertular, karena peningkatan tes menyebabkan lebih banyak kasus baru.

“Inilah bagian yang buruk: Ketika Anda melakukan peng­ujian sejauh itu, Anda akan me­nemukan lebih banyak orang, Anda akan menemukan lebih banyak kasus,” tambahnya.

Episentrum Berpindah AS telah melakukan sekitar 27 juta uji virus korona terhadap wargnya. Angka kematian akibat Covid-19 di AS sendiri pada Sab­tu telah bertambah 568 kasus, menurut penghitungan oleh Johns Hopkins University. Total kematian di negara itu 119.654 kematian dari 2.251.205 kasus resmi. Sekitar 20 negara bagian mengalami peningkatan infeksi karena episentrum wabah di negara itu telah berpindah dari New York dan timur laut negara itu ke bagian selatan dan barat.

Kampanye pertama Donald Trump sejak krisis virus korona, di Oklahoma, itu juga dikritik karena berpotensi besar seba­gai acara yang dapat mening­katkan penyebaran Covid-19.

Enam staf yang bekerja untuk kampanye pemenangan Trump dilaporkan terinfeksi virus ko­rona. “Sesuai dengan protokol kesehatan, staf yang bekerja di tim kampanye menjalani tes se­belum menggelar acara kampa­nye. Enam staf dinyatakan po­sitif dari ratusan pegawai yang menjalani tes. Karantina segera dilakukan,” kata Direktur Komu­nikasi Kampanye Trump, Tim Murtaugh. (KJC/SC-01)


Komentar Via Facebook :