Home News

UEA Luncurkan Pesawat "Hope' ke Mars Bangun Pemukiman

Lihat Foto
×
UEA Luncurkan Pesawat "Hope

Dubai - Pesawat tanpa awak milik Uni Emirat Arab (UEA) akan diluncurkan ke Mars diberi nama pesawat “Hope”. Rencananya pesawat akan lepas landas dari Pusat Antariksa Tanegashima, Jepang, Rabu (15/7) pukul 5.51 pagi waktu setempat. JIka ada kendala seperti cuaca buruk, peluncuran pesawat "hope' akan ditunda sampai pada 13 Agustus 2020 mendatang. Peluncuran pesawat "Hope" dengan tujuan bangun permukiman manusia di Mars dalam masa 100 tahun ke depan. Sarah Al Amiri selaku Wakil manajer proyek misi UEA, pihanya merasa gembira rencana peluncuran pesawat "Hope'ini. “Kami melihat hasil pekerjaan kami dalam waktu 24 jam,” sumringah Amiri juga menjabat Menteri Ilmu Pengetahuan Tingkat Lanjut UEA. “Itu adalah kali pertama kami mendapatkan sinyal, saat kita tahu setiap bagian pesawat luar angkasa berfungsi, ketika panel surya dikerahkan, ketika kita mencapai lintasan menuju Mars,” ucapnya. Disisi lain, Keiji Suzuki dari Mit­subishi Heavy Indsutries yang meluncurkan misi “Hope” ke luar angkasa mengatakan dengan perkiraan adanya badai, diragukan peluncuran ini akan berjalan sesuai jadwal. Pihak Suzuki menyebutkan, pihak bukan khawatir akan ada petir ketika dalam perjalanan, melainkan penilaian terhadap peluang diluncurkan. UEA, yang terkenal dengan gedung-gedung pencakar langit dan pulau-pulau berhias pohon palem, dalam beberapa tahun terakhir terus berusaha menjangkau luar angkasa. Tujuan dari misi-misi Mars biasanya untuk meneliti cuaca di atmosfer Planet Merah, dan membuka jalan bagi terobosan ilmiah. Namun, yang dilakukan UEA berbeda. Mereka berencana membangun permukiman manusia di Mars dalam 100 tahun ke depan. UEA ingin proyek tersebut jadi sumber in­spirasi bagi para pemuda Arab. Sebab, wilayah Timur Tengah sangat sering dilanda konflik dan krisis ekonomi. Dubai telah menyewa arsi­tek untuk merancang seperti apa kota di Mars, dan mencip­takannya di gurun pasir UEA sebagai “Kota Sains”. Proyek ini memakan biaya sekitar 500 juta dirham (1,9 triliun rupiah). Kemudian pada Sep­tember tahun lalu, Hazza Al Mansouri menjadi orang UEA pertama di luar angkasa. Ia ter­masuk bagian dari tiga awak yang meluncur dengan roket Soyuz dari Kazakhstan. Setelah delapan hari di luar angkasa, dia pulang, dan dinobatkan jadi orang Arab pertama yang mengunjungi International Space Station. Proyek UEA ini merupakan salah satu dari tiga misi ke Mars. UEA bersaing bareng Tiongkok dengan Tianwen-1 dan Ameri­ka Serikat (AS) dengan Mars 2020-nya. UEA diuntungkan dengan peluncuran ini karena jarak bumi ke Mars kini sedang dalam jarak terdekat yakni 55 juta kilometer. (AFP/KJc/SC-01)


Komentar Via Facebook :