Home • Olah Raga •
Aktor 'Total Football' Tim Die Oranje Raih Tropi Piala Eropa 1988
ESCO-Kedigdayaan Tìm Die Oranje Belanda, dengan skuat sangat mumpuni bisa menjuarai Piala Eropa 1988. Berkat permainan khas "total footbaal" diarsiteki Rinus Muchles, mampu menyingkirkan tim.lawan sekelas Jerman Barat (Jerman belum bersatu-red) dan Uni Soviet sulit ditandingi kala itu.
Meraih tropi Piala Eropa 1988, menghapus masa kelam tim Belanda sepanjang ikut turnamen besar piala Eropa. Penantian panjang menjadi juara turnamen besar setelah mampu meraih trofi Piala Eropa 1988, tak lepas munculnya aktor-aktor pemain 'level' bintang di skuat tim Belanda.
Dok; Istiimewa
-
Perlu Dibaca :
Mantan pelatih Liverpool Kenny Dalglish secara mengejutkan dinyatakan positif mengidap penyakit virus corona (COVID-19) tetapi tidak menunjukkan...
Setidaknya, 11 (sebelas) pemain diturunkan setiap laga di skuat tim Die Oranje itu, ada 4 (empat) berperan penting dalam setiap pertandingan.Diantaranya, Ruud Gullit, Marco Van Basten, Frank Rijkaard dan Ronald Koeman.
Karakteristik total football ditampilkan permainan skuat Die Oranje di setiap turnamen, mampu dilakoni Ruud Gullit dan kawan-kawan.
Perjalanan skuat Belanda meraih topi Piala Eropa 1988 itu, seperti dikutip dari bola.com terbilang grup neraka. Dimana, Tim Belanda berada di Grup II bersama Uni Soviet, Republik Irlandia, dan Inggris.
-
Perlu Dibaca :
Jakarta-PSSI saat ini masih terus berkomunikasi dengan pemerintah dan FIFA. Komunikasi yang dilakukan dengan menyurati FIFA terkait persiapan Piala...
Kekalahan 0-1 dari Uni Soviet membuat skuat asuhan Rinus Michels itu finis sebagairunner-up dan harus menghadapi tuan rumah, Jerman Barat, yang menjadi juara Grup I, pada babak empat besar.
Dok; Istiimewa
Namun, menghadapi tuan rumah, tidak membuat Belanda getar. Meski sempat tertinggal lebih dulu melalui gol penalti Lothar Matthaus, Belanda mampu berbalik unggul untuk mengunci kemenangan 2-1 berkat torehan penalti Ronald Koeman pada menit ke-55 dan Marco van Basten (88'). Sementara itu, pada partai semifinal lainnya, Uni Soviet melangkah ke final untuk kembali menghadapi Belanda setelah berhasil mengalahkan Italia dua gol tanpa balas. Kemenangan Uni Soviet ditentukan gol-gol Hennadiy Lytovchenko pada menit ke-58 dan Oleh Protasov (62').
Pemain Uni Soviet, Sergei Aleinikov (tengah nomor 7), saat mencoba melewati hadangan bek Italia, Giuseppe Bergomi, pada semifinal Piala Eropa 1988, di Neckarstadion, Stuttgart, 22 Juni 1988. (UEFA)
Partai final pun berlangsung menarik karena Belanda berkesempatan balas dendam atas kekalahan di penyisihan grup putaran final. Selain itu, menurut UEFA, laga yang digelar di Olympiastadion, Munchen, itu pun dihadiri hampir 60 persen penduduk Belanda yang hijrah ke Jerman. Permainan langsung berjalan dengan tempo cepat sejak menit-menit awal.
Dok; Istiimewa.
Di menit ke-32, Gullit dengan rambut gimbalnya membuat pendukung Belanda bersorak setelah bola hasil sundulan kepalanya masuk ke dalam gawang Uni Soviet untuk mengubah skor menjadi 1-0. Keunggulan itu membuat para pemain Belanda semakin termotivasi.
Mengandalkan taktik Total Football, para pemain Belanda tampak tak kenal lelah karena terus berlari ke sana kemari. Trio andalan, Van Basten, Gullit, dan Frank Rijkaard beberapa kali mampu merepotkan barisan pertahanan lawan.
Aksi legenda tim nasional Belanda, Marco van Basten, pada laga final Piala Eropa 1988 di Olympiastadion, Munchen, 25 Juni 1988. Belanda menang 2-1 atas Uni Soviet. (UEFA)
Selepas turun minum, Van Basten mencetak gol indah untuk menambah keunggulan Belanda. Dia melakukan tendangan voli ala akrobatik dari sisi kiri gawang yang bolanya tak bisa diantisipasi kiper Uni Soviet, Rinat Dasaev. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai dan Belanda pun berpesta.
"Saya bisa banyak bercerita (mengenai keberhasilan Belanda menjadi juara), tetapi hal tersebut (mencetak gol pada partai final) diberikan kepada saya dan juga untuk Belanda," kenang Van Basten. (***)




Komentar Via Facebook :