Home • News •
China Ingatkan Inggris Soal Rencana Kerahkan Kapal Induk Siap Bergabung
×
×
Jakarta - Rencana militer Inggris siap bergabung dengan Amerika Serikat dan Jepang ditentang China. Bahkan, China amemperingatkan Inggris agar niat militer Inggris dengan Amerika Serikat untuk tidak mengerahkan kapal induknya masuk ke perairan Indo Pasifik.
Peringatan tersebut direspon Duta Besar Beijing di London, Liu Xiao Ming terkait rencana Militer Inggris siap bergabung dengan AS dan Jepang di Indo Pasifik untuk melawan China. Kesiapan Inggris tersebut, dengan mengerahkan kapal induk HMS Queen Elizabeth ke perairan tersebut.
"Setelah Brexit saya pikir Inggris masih ingin memainkan peran penting di dunia," kata Liu Xiao Ming seperti diwartakan kabar The Times, Sabtu (18/7).
Menurut Liu, langkah tersebut dinilai sangat berbahaya, mengingat Inggris tak lagi bergabung dengan Eropa setelah memisahkan diri.
Seperti diketahui, untuk pertama kali kapal seharga 3,1 miliar poundsterling atau setara Rp57,1 triliu akan melaut.
Kedatangan kapal HMS Queen Elizabeth, dikawal dengan dua kapal perusak Tipe 45, dua fregat Tipe 23, dua kapal tanker, dan beberapa helikopter. Dua skuadron dari jet tempur siluman F-35B Lightning II juga disiapkan dalam pelayaran kapal tersebut.
Hubungan antara London dan Beijing semakin memburuk, pasca hubungan AS dan China tensi tinggi. Bahkan, Inngris ikut memblokir memblokir teknologi jaringan 5G milik Huawei.
"China sangat kecewa langgkah Inggris tersebut," Liu Xiao Ming. Bahkan, China balik memngancam akan mencabut investasi perusahaan China di Inggris dengan jumlah miliaran poundsterling.
Ketegangan Inggris dan China polemik setelah Beijing memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong karena bekas jajahan Inggris.
Pihak Inggris merespon ancaman China tersebut dengan menawarkan kesempatan bagi penduduk Hong Kong pindah menjadi kewarganegaraan Inggris.
'Ini sudah dilakukan salah satu aktivis demokrasi muda Hong Kong, Nathan Law," Inggris mencontohkan. (SC-01)


Komentar Via Facebook :