Home • Serambi Riau • Bengkalis
Curigai Izin PKS PT.SIPP Dikeluarkan, BARA-JP: Jika Dibiarkan Dampaknya Luas
Bengkalis - Ada tudingan terhadap keberadaan PT. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sawit Inti Prima Perkasa (PT.SIPP) di Desa Rangau Km 6, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dugaan tak memìliki kebun sawit dan tandan buah sawit (TBS) merupakan tampungan sawit dari kebun sawit yang ada di kawasan Suaka marga satwa, Hutan Produksi dan Hutan Produksi Terbatas.
Selain itu, pendirian PKS tak sesuai regulasi prosedur perizinan yang ditetapkan pemerintah. Pun, izin analisa dampak lingkungan (amdal) diragukan belum dikantongi PT. SIPP.
Demikian disampaikan oleh aktivis lingkungan dari Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA-JP), Ganda Mora, melalui rilis yang diterim ESCO, Selasa, (7/3/2020).
-
Perlu Dibaca :
Bengkalis - DPRD Kabupaten Bengkalis Riau pada sidang paripurna yang di gelar di gedung DPRD Bengkalis membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah...
"Keberadaan PKS PT. SIPP di kilometer 6, Rangau, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis diduga tidak memiliki kebun Inti dan tidak memiliki kerjasama dengan pihak koperasi. Sehingga, diduga sumber Tandan Buah Segar (TBS) berasal dari kawsan hutan ( Suaka marga satwa, Hutan Produksi, Hutan Produksi Terbatas) di sekitar PKS," Ganda menjelaskan.
Selain itu, ia menegaskan, PT SIPP (Sawit inti Prima Perkasa) diduga belum memiliki izin Analisa Dampak Lingkungan ( AMDAL).
"Tidak memiliki instalasi pengolahan limbah ( IPAL) yang memadai. Akibatnya, diduga akan menyebab?an pencemaran lingkungan oleh limbah yang dibuang ke sungai Rangau. Akibatnya, penurunan kualitas air sehingga berdampak sangat buruk terhadap kehidupan disekitar dan di dalam air sepeti ikan dan tumbuhan akan mati," beber Ganda.
-
Perlu Dibaca :
Jayapura - Satgas Paskhas Pamrahwan Papua Yonko 462 Paskhas dipimpin langsung Letkol Pas Yoseph M. Purba, MAvnMgt, MMS, pcsc selaku Dansatgas Paskhas...
Tidak hanya itu, lanjut Ganda, selain mencemarkan air sungai, limbah hasil pengolahan PKS juga mencemari udara (embien) yang bersumber dari cerobong pembuangan asap pabrik.
"Kondisi ini dugaan belum adanya sistem pembersih atau saringan udara yang dipasang didalam pabrik PKS PT. SIPP tersebut," tan?as Ganda.
Senada dengan Ganda, Tokoh masyarakat Mandau, Derahana Irawati Nasution, angkat bicara keberadaan PKS di Km 6 Rangau.
"Selama ini masyarakat mengeluh akibat pencemaran lingkungan tersebut yang mengakibatkan ikan hilang dari sungai Rangau. Lalu, kwalitas udara cukup mengganggu dan berakibat warga sekitar merasa sesak bernapas," sesal Irawati.
Ia mendesak pemerintah mengevaluasi ulang beroperasinya PT.SIPP di daerah tersebut.
"Sejak beririnya PKS ini, asap hitam pekat diduga dampak kepulan abu boiler yang dikeluarkan melalui cerobong Pabrik Kelapa Sawit tersebut. Jangan menunggu sampai ada korban ditengah masyarakat," kisah Irawati dilansir dari gardametro.com
Ia menambahkan, warga sekitar terutama warga Suku Sakai, kerap mempertanyakan keberadan PKS milik PT SIPP tersebut.
Menggapi tudingan tersebut, sejauh ini pihak pengelola PKS milik PT.SIPP belum berhasil dikonfirmasi. Seseorang berinisial A, melempar salah seorang yang bernama Jainul. ^Nanti coba hubungi Jainul. Saya kirim nomor ponsel yang bisa dihubungi,' ujarnya.
Upaya mendapat tanggapan dari Jainul, baik konfirmasi pesan elektronik whatsapp dikirim masih enggan menanggapinya. Bahkan, berulang kali dihubungi melalui nomor yang telah dikirim berinisial A tersebut tak kunjung diangkatnya meski aktif. Hingga berita iini diturunkan, pihak PKS PT. SIPP, belum juga ada tanggapan. (***)




Komentar Via Facebook :