Home • Serambi Riau • Pekanbaru
Diterpa Isu tak Sedap, Dua Tahanan Kejaksaan Huni Rutan Blok Maximum Security
Pekanbaru - Diterpa isu tak sedap diperlakukan istimewa di Lapas Perempuan Bindanak, 2 (dua) tahanan Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Meriani Xu dan Elly Salim dijebloskan ke rumah tahanan (rutan) di blok Maximum Security. Pihak Lapas membantah, tidak benar ada isu menyebutkan bahwa kedua tahanan disuguhi fasilitas sarana pransarana seperti kipas angin dan televisi di dalam rutan.
Dua tahanan, Meriani Xu dan Elly Salim kini menempati maximum security yang berpenghuni tahanan sebanyak 22 orang.
"Isu perlakuan istimewa keluar masuk tahanan dan kamar kedua tahanan itu dilengkapi fasilitas dan kulkas, itu tidak benar," tegas petugas pelayanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan, Syahirah Afiqah, kepada wartawan yang menghubinya, Rabu, (3/11/2021).
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Sebanyak 5 (lima) tiang listrik milik PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), tumbang di daerah di Jalan Arengka 2, Kota Pekanbaru....
Namun, Syahirah membenarkan, bahwa tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, tahanan Meriani Xu dan Elli Salim, diduga terseret kasus penggelapan.
Terkait adanya informasinya agar tidak simpang siur kepada wartawan, Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru, Desi Andriyani Kelapa Lembaga Pemasyarakata menyampaikan sejumlah penjelasan terkait isu tak sedak kedua tahanan kejaksaan tersebut.
Dilansir dari indenpendensi.com, Jum'at, (5/11/2021), Desi Andriyani menegaskan bahwa isu tak sedap bahwa saat ini kedua tahanan, Elly Salim dan Meriani Xu berada di ruang tahanan blok Maximum Security, tepatnya di kamar tahanan dengan jumlah tahanan sebanyak 22 orang.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Komandan Satuan Polisi Militer Lanud Roesmin Nurjadin Letkol Pom I Gede Eka Santika, S.H., M.P.M., meresmikan monumen dan icon tulisan...
"Di kamar tahanan tidak ada sarana televisi (TV) maupun kipas angin," tegas Desi.
Disebutkan Desi, kamar kedua tahanan hanya tersedia matras sebagai alas tidur yang merupakan standar pelayanan pembagian Lapas Perempuan.
"Tahanan tidak pernah di keluarkan dari kamar, kecuali Penasehat Hukum, Polisi atau Jaksa yang datang untuk menindak lanjuti kasus tahanan tersebut, serta mengikuti kegiatan bersama tahanan lainnya, seperti olahraga bersama," tandas Desi.
Ia menambahkan, kapasitas Lapas Perempuan saat ini dihuni 184 orang tahanan. Namun, hingga 5 November 2021 sekitar pukul 11 Wib, jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Pekanbaru sebanyak 415 orang.
"Lapas Perempuan Pekanbaru tidak memberikan perlakuan yang berbeda antar warga binaan, Lapas Perempuan Pekanbaru hanya memberikan hak-hak warga binaan sesuai dengan aturan yang berlaku," tutup Desi Andriyani dalam penjelasannya.




Komentar Via Facebook :