Dua Bendahara Bappeda Siak Jadi Saksi, Ungkap Uang Disetor ke Terdakwa Yan Prana
Jaksa sedang membuka barang bukti yang ada dalam komputer saat persidangan yanh digelar pada Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Senin, (31/52021). (Dok: SC)

Dua Bendahara Bappeda Siak Jadi Saksi, Ungkap Uang Disetor ke Terdakwa Yan Prana

Pekanbaru –  Dua dari delapan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pernah menjabat Bendahara Badan Perencanaan dan Pembangun Daerah (Bappeda) Kabupaten Siak jadi saksi untuk terdakwa Eks Kepala Bappeda Yan Prana Jaya Rasjid yang dipimpin Hakim Ketua Majelis Lilin Herlina pada sidang Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin, (31/5/2021).

Kedua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).yang dikomandoi Hendri Junaidi itu, pernah menjabat Bendahara Bappeda Siak yaitu Donna Fitria dan Ade Kuendang. Kedua Bendahara tergolong saksi kunci itu, Donna Fitria lebih dulu didengar kesaksiannya, menyusul Ade Kusendang dan disusul enam saksi lainnya.

Diawal kesaksiannya, Donna Fitria menerangkan bahwa pada awal Januari 2012 telah dibahas soal pemtongan 10 persen perjalanan dinas saat Rio Arta menjabat Bendahara dan Yan Prana menjabat Kepala Bappeda.

“Namun, sebelum pada 2012 telah terjadi pemotongan 10 persen perjalanan dinas karena dirinya juga mengalami.pemotongan saat masih pegawai dan sebelum menjabat Bendahara. Saat itu, Budi sebagai Kepala Bappeda Siak,” kata Donna

Diterangkan Donna, rapat pembahasan pemotongan perjalanan dinas 10 persen pada 2013 tidak dibahas lagi karena melanjutkan hasil rapat pada awal 2012. Karena sebagian dari karyawan banyak yang mengeluh soal pemotongan tersebut, Rapat kembali diadakan pada sekitar Januari tahun 2014.

“Karena ada keberatan pemotongan 10 persen perjalanan dinas dari bidang-bidang. Atas keberatan ia dengar tersebut, kata Donna, dirijya menyampaikan keYan Prana.

“Sehingga, pemotongan 10 persen perjalanan dinas dibahas pada awal 2014. Saat rapat, tak ada yang berani meyampaikan keberatannya,” Donna bersaksi dan mengaku dirinya sudah dijadikan tersangka.

Total realisasi anggaran perjalanan dinas di Kantor Bappeda Kabupaten Siak tahun anggaran 2013 sampai dengan tahun anggaran 2017 sebesar Rp15.658.110.350,-.

Saat Hakim Lilin Herlina menanyakan pemotongan 10 persen diketahui untuk apa peruntukannya, Donna mengaku tidak tahu.

“Diminta Yan Prana setiap bulan dan tidak tahu peruntukan uang pemotongan digunakan untuk apa oleh Pak Yan Prana,” kata Donna.

Untuk standar perjalanan dinas sambung Donna, semua sesuai dengan berdasarkan Perbup dan tidak ada dilebih-lebihkan.

1
2
3
CATEGORIES
TAGS