Dua Jam Bersaksi, Jefri Noer Tampak Tegang dan Berulangkali Diingatkan Jaksa KPK
Eks Bupati Kampar, Jefri Noer bersaksi secara vitual tanpak dalam.monitor sebelum persidangan Tipikor dimulai pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Jumat, (30/4/2021).(Dok: Ist)

Dua Jam Bersaksi, Jefri Noer Tampak Tegang dan Berulangkali Diingatkan Jaksa KPK

Pekanbaru – Sidang dugaan korupsi Jembatan WFC Kampar dengan terdakwa Adnan dan I Ketut Suarbawa, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Jumat, (30/4/2021).

Dketuai Hakim Majelis, Lilin Herlina dengan mengagendakan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntu Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), cukup ditunggu publik eks mantan Bupati Kampar Jefri Noer. Sellain Jefri Noer, hadir juga Sespri Jefri Noer semasa Bupati Kampar, Edisusanto alias Datuk Anto.

Sebelum kesaksiannya, raut wajah Jefri Noer tampak tegang dilayar monitor yang disiapkan diruang sidang tersebit. Sesekali, Jefri Noer mencoba mengatur cara duduk dan bersandar di bangku sambil melihat sesuatu saat mwnggunakan kacamatanya. Lalu, melipat tangan lalu melepqskan kacamatanya

Mengawali kesaksiannya, Jaksa tunjukkan Keputusan Mendagri 8 Des 2011 yang diteken Mendagri Gamawan Fauzi Jefri Noer menjabat Bupati Kampar 2001-2006 dan berlanjut pada periode 2011-2016.

Jefri Noer menyebutkan ada 7 (tujuh) proyek strategis yang direncanakan dibangun saat dirinya menjabat Bupati pada periode pertama.

“Ada 7 (tujuh) proyek, hanya lima yang bisa dilanjutkan pada periode kedua 2011-2016, termasuk proyek Jembatan WFC Kampar telah direalisasikan,” ujar Jefri Noer.

Ditanya soal dirinya pernah menghubungi Tantias terkait desain proyek Jembatan WFC Kampar, Jefri Noer mengakuinya

“Pernah saya hubungi. Tapi Tantias menolak,” ujar Jefrk Noer.

Saat Jaksa KPK menghadirkan saksi Tantias Yulianti diawal pemeriksaan saksi-saksi, terungkap bahwa Rinaldi Azmi selaku Direktur PT  Dimino Konsultan selaku.pemenang tender perencanaan dan desain Jembatan WFC Kanpar. Meski menang tender pekerjaan perencanaan dan desain proyek Jembatan WFC Kampar, bukan dikerjakan PT. Dimiano Konsultan namun dikerjakan Tantias Yulianti selaku Direktur Utama PT Adhikara Mitra Citra.

Bantahan demi bantahan dilontarkan Jefri Noer atas sejumlah pertanyaan dilayangkan Jaksa KPK Ferdian dan kawan-kawan. Jaksa KPK sepertinya tak menyerah dan memperdengarkan 9 (sembilan) rekaman pembicaraan.

“Apakah saksi pernah memerintahkan pak Chairussah selaku Kadis PUPR Kota Pekanbaru untuk membuat desain proyek Jembatan WFC Kampar?,” tanya Jaksa.

Atas pertanyaan tersebut, Jefri Noer membantah.

Namun, pada bagian lain, Jefri Noer menjelaskan ada pengusulan sharing budget diusulkan Pemda Kampar dengan persentase 60 % atau Rp70.600.000 bersumber APBD Provinsi Riau 40 % atau Rp 52.400.000.000 bersumber APBD Kanpar,

“Bantuan Rp17 miliar. Realisasinya hanya Rp7 miliar untuk pekerjaanya awal dan pekerjaannya oleh PT. Wijaya Karya,” papar Jefri.

Disinggung soal usulan pengikatan anggaran proyek Jembatan WFC Kampar, pada nota kesepakatan Pemkab Kampar dengan DPRD Kabupaten Kampar.

“Kalau gak salah Rp130-an miliar dalam MoU tersebut,” ujar Jefri Noer membenarkan setelah barang bukti ditunjukkan Jaksa KPK.

Disinggung soal peran Eva Yuliana selaku Pimpinan DPRD Kampar juga Istri Jefri Noer dalam kaitannya Jembatan WFC Kampar, ini penjelasan Jefri Noer.

“Istri saya duduk untuk memudahkan komunikasi saja. Ketua DPRD Syafrizal merupakan teman istri saya. Sehingga, memudahkan komunikasi dengan pimpinan dan anggota dewan lainnya,” sebut Jefri.

Terkait perubahan Nota Kesepakatan (MoU 2015-red), Jefri Noer menjelaskan bahwa perubahan anggaran proyek Jembatan WFC Kampar karena masa waktu Nota Kesepakatan pada 2013, tak memungkinkan digunakan lagi.

“Penganggarannya tertuang pada MoU 2015, Rp122 miliar dan biaya pengawasan Rp900 juta,” kata Jefri saat Jaksa kembali menunjukan barang buktinya.

“Apakah Bapak tahu, sebelum Nota kesepakatan disepakati, proses lelang dimulai? Bagaimana dengan laporan Kadis soal ada permintaan uang?

“Saya tidak tau bahwa lelang sudah dimulai meski MoU ditandatangani. Gak usah dilayani, jangan dikasih permintaan dari anggota dewan,” kelit Jefri.

Diingatkan JPU
Saat bersaksi Jefri Noer diingatkan JPU KPK agar jujur dalam kesaksiannya karena sudah disumpah dan keterangan sejumlah saksi-saksi yang dihadirkan. Jaksa KPK sepertinya sudah tahu gelagat Jefri Noer akan membantah sejumlah pertanyaan yang akan dilayangkan.

Pertama, Jefri Noer diingatkan saat Jaksa KPK menanyakan apakah Bapak Jefri Noer memerintahkan Indra Pomi agar mengawal dan memenangkan tender proyek Jembatan WFC Kampar.

Kedua, Jefri Noer terkait ajakan main Golf saat ditelepon Firjani Taufan.

Ketiga: Jefri Noer diingatkan Jaksa KPK saat ada penerimaan sejumlah uang.

Keempat, Jefri Noer diingatkan terkait pengakuan saksi Taufan bahwa mengantar uang ke rumah Jefri Noer diperkuat dengan memperdengarkan rekaman pembicaraan.

Kurang ‘Greget’
Kehadiran.saksi Jefri Noer dipersidangan pertanyaan Hakim yang diketua Majelis Ketua Lilin Herlina terkesan kurang ‘greget’.

Keterangan saksi yang digali Hakim hanya kurang lebih tiga pertanyaan saja.

Pertanyaan hanya pertemuan Taufan dan Jefri Noer dan permintaan uang ke dewan. Itu pun, pertanyaan kurang mendalam.

Demikian halnya saat saksi Edisusanto sebagai sekretaris priadi (sespri) Eks Bipati Kampar, Jefri Noer kerap dipanggil Datuk Anto dihadirkan bersaksi, Hakim tak mengejar soal uang yang ditransfer ke rekening ke Eva Yuliana.

Padahal, saat itu anggota Hakim lainnya sempat mencecar Eva Yuliana atas sumber uang yang ditransfer Datuk Anto sebesar Rp480 juta.

Dibandingkan pertanyaan Hakim ke sejumlah saksi-saksi sebelumnya, sejumlah pertanyaan dilayangkan hakim, cukup membuat saksi berpikir dua kali memberi keterangannya jika bertele-tele dan tidak jelas.

Saat Jefri Noer bersaksi, sidang dimulai sekitar puku 09.15 wib dan berakhir pukul 11.00 Wib. Hampir dua jam, Jefri Noer diminta kesaksiannya secara virtual tersebut. (Pem/SC-01/Bersambung)

CATEGORIES
TAGS