Imbas Malaysia ‘Lockdown’, Ribuan TKI Pulang Sebagian Berlabuh di  Dumai
TKI Asal Malaysia akan mendarat di Pelabuhan Dumai,Riau. (Dok;Illusutrasi)

Imbas Malaysia ‘Lockdown’, Ribuan TKI Pulang Sebagian Berlabuh di  Dumai

Pekanbaru – Mewabahnya pandemi virus Corona,, Pemerintah Malaysia menerapkan “Lockdown” di negaranya, guna memutus penyebaran virus corona. Imbasnya, ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengadu nasib di  negeri jiran itu, terpaksa pulang ke tanah air.

Pulangnya ribuan TKI ke Indonesia, Riau juga kebagian penampungannya. Kedatangan TKI itu diketahuinya setelah dirinya ditelepon langsung Mendagri, Tito Karnavian, Selasa, (24/3/2020) malam. Namun, Syamsuar tidak bisa  merinci berapa jumlah kedatangan TKI tersebut yang mendarat lewat jalur pelabuhan Dumai, Riau tersebut. Jumlah TKI mendarat melalui pelabuhan Dumai, Syamsuar belum bisa merincinya.

“Kapasitas kapal diperkirakan 200-300 orang tiap hari. Di Karimun saja sudah kewalahan menampingnya.Dan, tidak menumpuk di Karimun.  Kita bantu saudara-saudara kita,” ujar Gubernur Syamsuar,” di Pekanbaru, Rabu, (25/3/2020).

Upaya pemulangan pekerja migran Indonesia, kata Symsuar, diharapkan bisa dilakukan secepatnya karena dirinya terus berkonsultasi dengan Mendagri dan Walikota Dumai.
“Soal kapan dimulai, perlu dibicarakan dengan Walikota Dumai. Kalau bisa besok, kita bisa mulai,” ucap mantan Bupati Siak tersebut.

Selain itu, Gubernur Syamsuar mengatakan sudah menggelar rapat bersama Forkominda Riau, instansi dan dinas terkait guna menyiapkan berupa pemeriksaan kesehatan dan pengamanan. Sebab,  Malaysia termasuk negara pandemi COVID-19 dan tercatat sudah lebih dari 1.600 orang yang positif terinfeksi virus corona.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliana Nazir, menambahkan setiap WNI yang datang dari Malaysia secara otomatis masuk dalam kategori ODP (Orang Dalam Pemantauan). Mereka diminta untuk tidak berkeliaran dan mengisolasi diri selama minimal 14 hari karena bisa saja berpotensi membawa ataupun tertular virus corona dari Malaysia.

“Mereka diimbau untuk mengisolasi diri,” demikian Mimi Yuliana Nazir. (Ant/Red)

CATEGORIES
TAGS