Jaksa KPK Yakin Isi Dakwaan Peran Terdakwa Bersama-sama Jefri Noer-Indra Pomi
Sidang Tipikor lanjutan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pwkanbaru dengan agenda pembacaan pembelaan terdakwa dalam kasus jembatan WFC Kampar. (Dok: esco)

Jaksa KPK Yakin Isi Dakwaan Peran Terdakwa Bersama-sama Jefri Noer-Indra Pomi

Pekanbaru – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini isi dalam dakwaan Adnan, perbuatan terdakwa secara bersama-sama mantan Bupati Kampar Jefri Noer dan Indra Pomi Nasution, I Ketut Suarbawa, Firjani Taufan alis Topan telah memperkaya diri terdakwa dan memperkaya orang lain.

Keyakinan itu disampaikan Jaksa KPK, Surya Tanjung, menanggapi isi dakwaan terdakwa Adnan dalam kasus Jembatan WFC, Kampar, usai sidang lanjutan Tipikor Pengadilan Negeri (PN), Kamis, (4/3/2021).

“Itulah gunanya adanya persidangan. Kita yakin dalam dakwaan punya peran terdakwa secara bersama-sama. Tentu akan kita buktikan nanti dalam persidangan,” tegas Surya.

Sejauh ini, baik mantan Bupati Kampar dan Indra Pomi selaku mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan Kabupaten Kampar, masih berstatus saksi dalam persidangan nanti.

Sidang lanjutan kali ini, dipimpin Hakim Ketua Majelis Ketua, Lili Herlina hanya mendengar pembacaan pembelaan terdakwa atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK). Jaksa KPK hadir pada sidang tersebut hanya diwakili satu orang Jaksa KPK, Surya Tanjung.

Dalam pembelaannya, terdakwa Adnan dan I Ketut Suarbawa, yang dibacakan penasehat hukumnya Baihaki dkk, bahwa dakwaan Jaksa KPK dinilai tidak cermat dan keberatan.

Seperti diketahui sidang perdana kasus jembatan Kampar digelar pada sidang Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN), Kamis, (25/3/2021) lalu, mengagendakan pembacaaan terdakwa Adnan dan I Ketut Suarbawa.  Dalam dakwaan Adnan terungkap, bahwa akibat perbuatan terdakwa bersama-sama dengan Jefri Noer, Indra Pomi Nasution, I Ketut Suarbawa, Firjani Taufan alias Topan telah memperkaya diri terdakwa sebesar Rp394.600.000.

Dan, memperkaya orang lain yaitu FAHRIZAL EFENDI sebesar Rp 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah), AFRUDIN AMGA sebesar Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah), FAUZI sebesar Rp100.000.000 (seratus juta rupiah), Jefri Noer sebesar USD 110.000 (seratus sepuluh ribu dolar Amerika Serikat) atau senilai dengan Rp1.464.000.000 (satu miliar empat ratus enam puluh empat  juta rupiah) dan Rp100.000.000 (seratus juta rupiah), Ramadhan sebesar USD20.000 (dua puluh ribu Dolar Amerika Serikat) atau senilai dengan Rp266.200.000, Firman Wahyudi sebesar Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) serta memperkaya korporasi yaitu PT Wijaya Karya sebesar Rp47 milar lebih.

Masih dalam dakwaan tersebut, akibat perbuatan terdakwa bersama-sama dengan Jefri Noer, Indra Pomi Nasution, Firjani Taufan alias Topan dan I Ketut Suarbawa menyebabkan kerugian negara sejumlah Rp 50 miliar lebih berdasarkan Laporan hasil audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara oleh BPKP Nomor: SR-1425/D5/01/2020 tanggal 20 Oktober 2020. (Pem/SC-01).

CATEGORIES
TAGS