Home • Serambi Riau • Pekanbaru
Lolos Asesmen, Indra Pomi Nasution Dinilai Layak Jabat Kadis PUPR Riau
×
×
Pekanbaru - Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat ini, Indra Pomi Nasution dipercaya Walikota Pekanbaru, Firdaus memegang dua jabatan sekaligus yaitu Kadis PUPR dan Kadis Perkim Kota Pekanbaru.
Karir Indra Pomi Nasution calon kuat Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau, seiring hasil lolos asesmen yang dihajat Pemprov Riau.
Saat dikonfirmasi terkait dirinya calon paling dijagokan menjabat Kadis PUPR Riau, Indra Pomi Nasution hanya mengamini saja.
"Insya Allah. Doakan ya," singkat Indra akrab disapa, di Pekanbaru, Senin, (7/2/2022).
Membantah
Saat bergulirnya kasus Jembatan WFC Kampar bergulir di Pengadilan Negeri (PN), Indra Pomi Nasution sempat dihadirkan jadi saksi untuk terdakwa Adnan dan I Ketut Suarbawa.
Saat jadi saksi, Indra Pomi Nasution bersaksi membeberkan aliran uang ke Eks Bupati Kampar, Jefri Noer. Pun, Indra Pomi Nasution mengaku tak 'kecipratan' aliran dalam proyek Jembatan WFC Kampar. Hanya saja, Indra Pomi mengaku dirinyalah mengantar sejumlah uang ke mantan orang nomor satu di Kabupaten Kampar.
"Saya tak dapat apa-apa pak Jaksa. Saya pernah pinjam uang Rp25 juta untuk berobat kakak saya dan saya kembalikan," ujar Indra.
Dinilai Layak
Terkait calon kuat Kadis PUPR Provinsi Riau, aktivis LSM Independen Pembawa Suara Transparansi (INPEST) memberi penilaian meyakini Indra Pomi Nasution paling cocok diangkat menjadi orang nomor satu di Dinas PUPR Provinsi Riau tersebut.
"Melihat track record Indra Pomi, saya pikir cocok diangkat Gubernur Riau, Syamsuar menjadi Kadis PUPR Riau. Jabatan Kadis PUPR dan Perkim, sebuah kepercayaan Walikota Pekanbaru Firdaus, jarang didapat pejabat lain. Kepercayaan itu, dibuktikan dengan prestasi beliau saat menjabat selama Kadis PUPR di Kampar dan Kota Pekanbaru," ujar Ketum INPEST, Ganda Mora saat bincang-bincang di Pekanbaru, Rabu, (9/2/2022).
Selain itu, lanjut Ganda, Indra Pomi Nasution sebagai teknokrat yang sudah teruji dan mampu menjalankan managerial kepemimpinan sejak dari PUPR Kampar hingga ke PUPR Pekanbaru.
"Maka diyakini dapat memimpin PUPR Riau lebih baik dan profesional," tandasnya.
Meskipun demikian, sambung Ganda, layak tidaknya Kadis PUPR Riau dijabat Indra Pomi, merupakan kewenangan penuh Gubernur menentukan pembantunya.
"Hak penentu ada di Gubernur. Dari kalangan aktivis, hanya visi dan misi seorang pejabat dalam bekerja dan mengawal pembangunan," ucap Ganda. (Red/SC-01)


Komentar Via Facebook :