Home Serambi Riau Pekanbaru

Proyek Pembuatan Parit Cucian Mobil Pribadi Dikerjakan Dinas PUPR

Lihat Foto
×
Proyek pembuatan parit dan saluran air cucian mobll di Jalan Sepakat, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru. (Dok; SC)
Proyek Pembuatan Parit Cucian Mobil Pribadi Dikerjakan Dinas PUPR

Proyek pembuatan parit dan saluran air cucian mobll di Jalan Sepakat, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru. (Dok; SC)

Pekanbaru - Proyek tak lazim dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pekanbaru, terciduk di Jalan Sepakat, Kecamatan Tenayanraya. Pekerjaan pembuatan parit atau saluran air itu, mulai dari bangunan cucian mobil hingga seberang dengan memotong jalan.

Tujuannya, agar buangan air cucian mobil, bisa dialirkan lewat parit nantinya sudah dibangun dan parit atau saluran air nantinya disuguhkan bak kontrol.

Pantauan dilokasi, Senin, (25/7/2020) para pekerja sedang menggali parit atau saluran air dimulai siku bangunan depan sempadan dengan bangunan toko central ponsel. Tampak saluran air atau parit cukup dalam digali. Konon kabarnya, akan ditembuskan dari bawah lantai bangunan menyambung buangan air cucian mobil.   

"Bikin parit bang. Ini proyek dari Dinas PUPR Pekanbaru," ujar salah seorang pekerja saat disambangi awak media ini dilokasi proyek, Jalan Sepakat, Kecamatan Tanayanraya, Pekanbaru, Senin, (25/7/2022).

Namun, pekerja tidak mengaku tidak tahu rekanan yang mengerjakan proyek pembuatan parit atau saluran air tersebut. "Saya tidak tahu siapa kontraktornya," sambungnya sembari meminta awak media menanyakan ke mandor atai pengawas proyek kebetulan sedang mengawas.

"Benar. Ini proyek Dinas PUPR," ujar Rio selaku pengawas atau mandor proyek pembuatan parit tersebut.

Seakan menjawab keraguan awak media ini, Rio menunjukkan alat berat digunakan untuk menggali parit atau saluran air cucian mobil bahwa benar dikerjakan pihak Dinas PUPR dengan menunjukkan alat berat sedang istirahat.

"Itu alat beratnya," kata Rio sambil menunjukkan alat berat sedang dipinggirkan dari lokasi pekerjaan.

Namun, Rio mengaku tidak tahu siapa kontraktornya dan nilai anggaran pembuatan parit atau saluran air tersebut. "Saya gak tau siapa rekanannya. Saya hanya disuruh ngawasin kerja. Soal nilai anggaran, kalau proyek penunjukkan langsung biasanya tidak ada plangnya," kata Rio lagi.

Disinggung soal ada pihak kelurahan atau Satpol Pamong Praja (PP) turun memantau proyek tersebut, Rio membenarkanya. "Mereka datang hanya melihat kemacetan jalan. Habis itu pulang," tukasnya.

Sementara, warga berhasil ditemui dilokasi membenarkan pemilik bangunan cucian mobil tersebut, ada hubungan dengan keluarga mantan Walikota Pekanbaru.

"Informasinya, pejabat juga di Pemko Pekanbaru. Ada hubungan dengan keluarga mantan Walikota," ujar pria saat disambangi di rumah makan tak jauh dari bangunan cucian mobil tersebut di Jalan Sepakat, Tenayanraya, Senin, (25/7/2022).

Saat dikonfirmasi baik pihak Keluarahan Mentangor maupun Kelurahan Pembantuan, tak mengakui proyek tersebut ada di wilayahnya.

"Saya sudah tinjau. Tapi itu bukan wilayah saya," ujar Lurah Pembantuan, Wandi Nasution saat dikonfirmasi via whatsapp, Senin, (26/7/2022).

Sebelumnya, pihak Kelurahan Mentangor menjelaskan, keberadaan proyek pembuatan parit atau saluran air cucian mobil tersebut bukan di wilayahnya melainkan wilayah kelurahan lain.

"Wilayah sebelah kanan arah ke kota merupakan jalan sepakat. Sedangkan, sebelah kiri arah ke kota merupakan wilayah Pembantuan," ujar Lurah Mentangor, Eny saat dihubungi via telepon selularnya, Senin, (25/7/2022).
 
Sedangkan, penjelasan pihak polisi pengawal peraturan daerah (perda) yaitu satuan polisi pamong praja (Satpol PP) saat ditanya soal hasil laporan anak buah terhada proyek tersebut, sayangnya jawabannya berbeda.

"Itu sudah kita cek. Perizinannya sedang diproses," ujar Iwan Simatupang menjabat Kasatpol PP Pekanbaru tersebut, melalui via whatsapp, Senin, (25/7/2022).

Dugaan pemilik cucian mobil disebut salah seorang pejabat Pemko Pekanbaru, seolah terjawab. Kendati cepat direspon saat dikonfirmasi, diduga pemilik bangunan cucian mobil tersebut tidak mengakui terus terang dan tak mau menjelaskan lebih jauh.

Sebelumnya diberitakan, pemilik bagunan di Jalan Sepakat, Kecamatan Tenayaraya dipertanyakan siapa pemiliknya. Pantauan kasat mata dilokasi bahwa proyek tersebut diduga melanggar Perwako Nomor 12 Tahun 2012 tentang garis sempadan bangunan (GSB) pada koridor jalan utamanya bahwa as Jalan Sepakat ke bangunan cucian mobil tersebut diperkirakan 15 meter bukan 17 meter seperti dituangkan dalam Perwako tersebut.

Pantuan di lokasi, papan proyek pembuatan parit atau saluran air tersebut, sejauh ini terpantau tidak ada terpasang dan tidak diketahui pemiliknya bangunan cucian mobil tersebut. Pantauan lain, bangunan cucian mobil tersebut terkesan mewah dan mahal. Sebab, tampak ruang cafe dan tribun duduk serta menggunakan 4 hidrolik pencucian mobil. Kemudian, penggalian parit dan saluran air tersebut, merusak jalan aspal karena harus digali untuk pembuatan parit atau saluran air tersebut. (Up/SC-01)

 


Komentar Via Facebook :