Home News

Rencana Israel Caplok Tepi Barat Ditolak Qatar dan Hamas

Lihat Foto
×
Rencana Israel Caplok Tepi Barat Ditolak Qatar dan Hamas

Jakarta - Pihak Hamas dan Qatar sepakat menolak rencana Israel mencaplok Tepi Barat termasuk pendirian permukiman Yahudi. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Qatar, Muhammad bin Abdurrahman al-Thani melakukan pertemuan dengan pimpinan Hamas pada Kamis (2/7). Hamas dan Fatah sepakat untuk menolak rencana pencaplokan Tepi Barat yang disebut sebagai 'Kesepakatan Abad Ini'. Kedua kelompok di Timur Tengah ini telah lama berselisih sejak Israel menguasai Jalur Gaza pada pertengahan 2007 lalu. Rencana aneksasi Israel sudah sering digaungkan dan ditolak komunitas Internasional. Dubes China untuk Palestina Guo Wei di wawancara Palestine News Information Agency (WAFA), menegaskan jika negaranya menolak rencana Israel untuk mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat, Palestina. Presiden Xi Jinping, kata Guo berharap kedua negara bisa menyelesaikan masalah. Pun, China mendukung pembentukan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat sesuai garis perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. China menyebut hak-hak rakyat Palestina tidak dapat diganggu gugat. Juga hak Israel untuk hidup harus sepenuhnya dihormati. Senada, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengatakan keberatan dan menurutnya rencana aneksasi Israel akan dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji akan mencaplok wilayah Tepi Barat yang sudah berdiri permukiman Yahudi di Yerikho dan Lembah Yordania. Hal itu dinilai bisa memupuskan upaya pendirian negara Palestina. Israel merebut wilayah Tepi Barat dalam Perang Enam Hari pada 1967, dan sejak itu telah membangun puluhan permukiman yang menampung lebih dari 400 ribu warga Israel dalam beberapa dekade. Masyarakat Palestina mengincar wilayah itu sebagai jika mereka meraih kemerdekaan di masa depan. Sebagian besar negara menganggap permukiman Israel di Tepi Barat adalah ilegal menurut hukum internasional. Rencana peta rekonsiliasi Timur Tengah yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang diluncurkan awal tahun ini dinilai sangat menguntungkan Israel dan ditolak oleh Palestina. Rencana itu menjadi lampu hijau bagi Israel untuk mencaplok wilayah Tepi Barat. (Cnni/SC-01).


Komentar Via Facebook :