Sidang Proyek Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering Kampar, Hakim ke Afdal dkk: Saudara Enak-enak Diluar
Suasana sidang dugaan korupsi Proyek Kampung Pinang_Teluk Jering di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis, (10/6/2021). Kabid Jalan dan Jembatan Rusdi Hanif (Kiri) Kepala Dinas PUPR Kampar, Afdal. (Dok: SC)

Sidang Proyek Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering Kampar, Hakim ke Afdal dkk: Saudara Enak-enak Diluar

Pekanbaru – Hakim Tipkor meluapkan kemarahannya ketiga saksi untuk keempat terdakwa dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Riau pada perkara proyek Kampung Pinang-Teluk Jering yang digelar pada sidang Tipikor Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis, (10/6/2021).

Peristiwa Hakim Majelis Ketua, Mahyudin meluapkan amarahnya saat para saksi ditanya penyebab 4 (empat) terdakwa menjadi pesakitan terhadap proyek Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering.

Adapun saksi yang didengar kesaksian pada perkara proyek Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering, yaitu, Kadis PUPR Kampar, Afdal selaku Pengguna Anggaran, Rusdi Hanif selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Yosi Indra selaku Ketua Pokja Pelelangan Proyek.

Mejelis Hakim Ketua Mahyudin bertanya ketiga saksi ihwal keempat orang dijadikan terdakwa pada persidangan proyek Kampung Pinang-Teluk Jering.

“Saudara tahu tidak keempat orang ini menjadi terdakwa?

“Tau, saat penyidikan kami dipanggil. Karena pekerjaan jalan Kampung Pinang-Teluk Jering Base A dan Base B tidak sesuai standar,” jawab Afdal.

“Volume pekerjaan Timbunan, pondasi lapis pekerjaan pondasi agregat Kelas A. Pekerjaan pondasi lapis agregat kelas B dan pekerjaa laston aus (AC-BC),” terang Afdal saat ditanya Hakim item pekerjaan hasil disidik yang dianggap tidak sesuai kontrak.

“Apakah sesuai kontrak yang dikerjakan keempat terdakwa ini,” tanya Majelis Hakim Ketua sembari memukul-mukul dokumen dipegangnya seolah isyarat akan terjadi kemaharannya terhadap para saksi atas sejumlah keteranngan disampaikan saksi kepada Hakim lain dan Jaksa belum menguak peran pejabat teras Dinas PUPR Kampar tersebut.

“Setelah penyidikan dan dilakukan pengujian oleh Politehnik dari Medan. Anda ikut saat pengujian. Lalu darimana Saudara tahu, ada empat item pekerjaan tidak sesuai kontrak,” cecar Hakim Mahyudin.

“Tidak ikut pengujian. Saya tahu saat penyidikan disampaikan secara lisan,” aku Afdal.

“Terhadap empat item pekerjaan yang tidak sesuai kontrak, dibolehkan tidak dikerjakan? Kemudian, terhadap pekerjaan item pekerjaan proyek, apakah keempat terdakwa dipertanggungjawabkan secara hukum?,” tanya Hakim lagi.

Sebelum dijawab Afadal, Hakim menguraikan terlebih dahulu item pekerjaan dan pertanggungjawaban keempat terdakwa dan Hakim meyakin Afdal sebagai Kepala Dinas harus bisa menjawabnya.

“Terdakwa Iman Gozali, dokumen-dokumen apa saja yang ditandatangani, sehingga dipersalahkan perkara ini,” tanya Hakim ke Afdal.

“Itu yang memeriksa KPA dan PPK, Yang Mulia,” jawab Afdal sembari mengiyakan PPK bertanggungjawab atas keempat item pekerjaan tersebut.

Melanjutkan kesaksian Afdal, Hakim Mahyudin mengorek keingintahuan Rusdi Hanif selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan juga selaku Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kampar.

Saat bersaksi, Rusdi Hanif menjawab pertanyaan Hakim Mahyudin soal apakah dirinya selaku KPA ikut turun uji coba saat pemeriksaan dilapangan oleh penyidik Kejaksaan.

“Tidak tahu Yang Mulia. Kami baru tahu, setelah ada penyidikan di Kejaksaan. PPK baru memberi tahu ke kami,” jawab Rusdi.

“Siapa saja turun saat uji dilapangan? PPK ada laporan ke saudara saksi Hanif?,” tanya Hakim lagi.

“Yang turun PPK, rekanan dan konsultan. Laporan dari PPK: “Bang ada pemeriksan,” ujar Rusdi Hanif mengutip ucapan Imam Gozali selaku PPK.

“Itu laporan setelah pengujian. Setelah ada hasilnya, ada laporan tidak,” Mahyudin bertanya lagi.

“Tidak ada. Tapi, saya sering konfirmasi ke pak Kadis. Saya bilang, Pak Kadis, sepertinya ada laporan dan pemeriksaan. Kalau bisa dibilang ke Iman Gozali (PPK-red) agar diselesaikan dan solusi atau jalan keluar dari masalah,” ujar Rusdi Hanif setelah menerima laporan PPK Imam Gozali.

Tak puas penjelasan Rusdi Hanif tersebut, Hakim Mahyudin memukul meja karena jawaban diangggap tidak sinkron apa yang ditanyakan Hakim Mahyudin.

“Maksud saya, pertanyaan saya tahu tidak saudara? Bahwa memang dilapangan bahwa ada pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai kontrak,” kata Mahyudin mengulangi pertanyaannya.

“Tidak tau pak,” jawab Rusdi. “Sampai kapan Saudara tidak tahu,” cecar Hakim. “Setelah penyidikan,” sambung Rusdi lagi.

1
2
3
4
5
6
CATEGORIES
TAGS