Home Sumatera Utara

Temuan Dugaan Proyek 'Asal Jadi' dan Jalan Rusak Parah ke Kantor Damkar

Lihat Foto
×
Temuan Dugaan Proyek

Parlilitan - Proyek pengerasan Jalan Sihotang Hasugian (Sihas) Tonga Parlilitan, diduga dikerjakan 'asal jadi'. Proyek dranaise (saluran air-red) dibawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbhas) bersumber dari dana alokasi umum (DAU) dengan nilai proyek Rp196.300.000,'.

Penuturan itu disampaikan Warga Dusun Nambadia, Desa Sihotang Hasugian (Sihas) Tonga, Marolop Sihotang, proyek yang dikerjakakan CV. Mitra Dame, meminta agar pihak Dinas PUPR Kabupaten Humbahas mengeluasi ulang sebelum diserahterimakan (PHO/FHO).

"Sebelum diserah terimakan, tolong dievaluasi dulu sebelum diperbaiki pada bagian-bagian retak di saluran air tersebut," ujar Marolop saat  ditemui dilokasi pekerjaan proyek tersebut, Senin, 27//2020).

Ia melanjutkan, pihaknya telah menyampaikan temuan tersebut ke Camat Parlilitan.

"Nanti kita sampaikan ke pimpinan proyek (pimpro)," janji Eliapzan selaku Camat Parlilitan kala itu menanggapinya.

Namun demikian, warga Dusun Nambadia menyambut baik perhatian, adanya pembangunan di daerah tersebut.

"Tapi, mohon jangan asal jadilah. Biar hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat sekitar dan pengguna jalan," ketus Marolop selaku pemerhati dan pengusaha jual beli segala jenis  bibit.

Sebaliknya, pandangan berbeda ditemukan Jalan menuju Kantor Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Unit Parlilitan, seperti jauh dari sentuhan perawatan apalagi perbaikan.

Damkar menyandang motto pantang pulang sebelum padam itu, akan menghapi kendala jalan jika dibutuhkan aksinya.

Hasil pantauan www.satelit.co, akses menuju ke kantor Damkar tersebut bak kubangan bercampur lumpur.

Bak gayung bersambut, Ketua PAC Pemuda Pancasila, Hasiloan Sihotang menyoroti jalan kubangan menuju kantor Damkar tersebut..

"Bagaimana bisa Damkar bergerak cepat, sudah diadang kubangan dan parahnya rusak jalan dilaluinya. Jangan-jangan motto berubah,  Damkar pergi api sudah padam, pulang bawa arang," sindir Hasoloan.

Untuk itu, ia meminta agar pihak Pemda Humbahas agar memperhatikan betul infranstruktur jalan-jalan di Kecamatan Parlilitan, termasuk jalan menuju kantor Damkar tersebut.

Terpisah, Camat Parlilitan, Eliapzan Sihotang menanggapi pekerjaan saluran air di Desa Sihas Tonga tersebut.

"Pemborong agar bekerja sesuai rencana angggaran belanja (RAB). Sebab, hal itu harus dilakukan agar proyek tersebut benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Eliapzan saat ditemui diruang kerjanya, di Parlilitan, Senin, (27/7/2020)

Sementara, soal jalan menuju kantor Damkar tersebut, perlu sentuhan pembangunan perbaikan jalan, pihak Kecamatan Parlilitan mengaku juga mengusulkannya ke instansi terkait.

"Saya juga akan ikut mengusulkan jalan itu demi terciptanya tata kelola ruang yang asri (hijau) untuk menunjang kinerja para petugas DAMKAR," tukas Camat Eliapzan.

Sejauh ini, pihak kontraktor yang mengerjakan proyek dranaise belum berhasil dimintai tanggàpannya, terkait dugaan 'asal jadi' proyek tersebut.

Saat dikonfirmasi soal proyek Dranaise di Desa Sihas Tonga tersebut, anggota DPRD Kabupaten Humbahas berasal dari politisi Nasdem itu, Mutiha Hasugian belum berhasil dimintai tanggapannya. Baik pesan whattsap dikirim dan berulangkali dihubungi via telepon selularnya meski aktif, juga tak menanggapinya. (Vernando Nahampun/SC-01)


Komentar Via Facebook :