Home News

Tuding Hanya Alat Politik Trump, Korut Tegaskan Tak Perlu Dialog Lagi

Lihat Foto
×
Tuding Hanya Alat Politik Trump, Korut Tegaskan Tak Perlu Dialog Lagi

Jakarta ? Dialog yang dibangun Korea Utara dengan Amerika Serikat, pihak Korea Utara menganggap hanya alat politik Presiden Donald Trump. Untuk, pihak Korut merasa tak perlu lagi dialog dilanjutkan.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son Hui, Sabtu (4/7), merespom pernyataan mantan penasihat keamanan nasional AS John Bolton, bahwaPresiden AS Donald Trump kemungkinan akan bertemu lagi dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un Oktober mendatang. Meski, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sebelumnya optimis pertemuan Kim dan Trump, pihak Korsel berupaya mewujudkannya. Namun Choe menepis kemungkinan pertemuan itu. "AS keliru jika berpikir hal-hal seperti negosiasi masih akan berhasil untuk kita," kata Choe, mengutip Cnn Indonesia dari AFP. Choe menegaskan dialog Korut-AS tak lebih dari alat 'whasington, mengatasi krisis politik [di AS]." Pihak Pyongyang mencium dialog jadi alat poliik setelah sebelumnya ada pernyataan pertemuan Trump dan Kim bisa berpeluang memenangkan Trump melanjutkan kekuasaanya pada pemilu nanti. Pun, pihak Pyongyang telah menyusun strategi untuk menangani ancaman jangka panjang dari AS. Dalam beberapa pekan terakhir, Korut berulang kali mengeluarkan ancaman akan melakukan langkah militer terhadap Korsel, hingga meledakkan kantor penghubung antar-Korea.  Kemarahan Korut ini beredarnya selebaran para pembelot Korut yang kini berada di Korsel dianggap sebagai bentuk provokasi. (**/SC-01). [xyz-ips snippet="iklan"]


Komentar Via Facebook :