Home Serambi Riau

BPJN Riau Ditanya Soal Rusak Parah Jalintim di Kemang Pelalawan

Lihat Foto
×
Potret kerusakan di Jalintim di Desa Kemang, Pangkalan Kuras, Pelalawan, Provinsi Riau, Minggu, (25/1/2026)
BPJN Riau Ditanya Soal Rusak Parah Jalintim di Kemang Pelalawan

Potret kerusakan di Jalintim di Desa Kemang, Pangkalan Kuras, Pelalawan, Provinsi Riau, Minggu, (25/1/2026)

Pekanbaru - Penulusuran rusak Jalan Nasional kembali kali ini, terdapat di Jalan Lintas Timur (Jalintim) di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, tepatnya di KM 80-an. Kondisi rusaknya jalan seakan 'terabaikan' tanpa perbaikan sehingga bisa membahayakan pengendara atas kerusakan rigit beton dilokasi tersebut.

Kerusakan parah rigit beton jalan nasional sepanjang jalan itu, hasil penelusuran dimulai tak jauh dari Kantor Polres Pelalawan jembatan kembar itu, kerusakan jalan tampak berlobang dan pecah. Kerusakan terparah setelah jembatan kembar arah sorek tepatnya sampai kilometer 83 tersebut diperkirakan mencapai kurang 1 kilometer. 

Pantuan awak media ini, Minggu, (26/1/2026), saat mengendarai mobil pribadi dan melintas di jalintim kondisinya memprihatinkan dan rusak parah itu, harus melintas serba ekstra dan pelan-pelan. Sebab, pecahan rigit beton, selain menciptakan lubang-lubang menganga juga ganjalan akibat pecahan rigit beton.

Tampak juga beberapa titik tambal sulam di daerah pecahan rigit beton. Sayangnya tambal sulam tak merata dan kwalitasnya diragukan sehingga ikut terpecah. 

Awak media ini berupaya fokus saat melintas, karena lintasan berhadapan dengan lobang dan ganjaran pecahan rigit. Sehingga perlu hati-hati mencari jalan mulus guna menghindari lobang-lobang tersebut.

Sedangkan bagi truk-truk besar saat melintas tampak tak terasa atas kerusakan rigit beton itu, karena ban truk-truk cukup besar dan mengurangi kecepatan. 

Panjang kerusakan parah rigit beton Jalintim di daerah Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan tersebut, kerap dilalui awak media ini minimal sebulan sekali. 

Bahkan, pemudika mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga menikmati kerusakan jalan rusak tersebut. Lalu, bagaimana memasuki bulan Ramadhan dan menyambut hari raya Idul Fitri?.

Diketahui, Jalintim di wilayah tersebut kerap terdampak banjir. Upaya  dilakukan ditengah kerusakan parah itu, tampak telaj dilakukan tambal sulam di beberapa titik dengan aspal hitam, itupun tak banyak dan berpengaruh membantu menutupi keretakan dan lobang-lobang yang ada.

Atas kondisi rusak jalintim tersebut,  warga yang tinggal di perlintasan Jalintim Kemang itu, mempertanyakan dan turut prihatin dan mengeluhkan kondisi jalan kerusakan parah jalan rigit beton tersebut.

"Jalan rusak parah ini sejak banjir. Lihat aja rigit beton sudah terbelah-belah. Kita tak hati-hati, kecelakaan akan terjadi," ujar Tambunan pemilik warung khas tradisional beberapa waktu lalu wartawan satelit.co.

Ia menambahkan, pihaknya berharap kondisi jalan rusak parah jangan dibiarkan. Jika dibiarkan berbahaya dan mengancam pengendara.

"Jika dibiarkan, kekhawatiran bagi pengendara terjadi kecelakaan tunggal karena menghindari lobang-lobang dan keretakan rigit beton," imbuh Tambunan.

Bahkan, Tambunan mempertanyakan penanganan jalan nasional Lintas Timur itu, sehingga jalintim bisa kerusakannya separah itu. 

"Koq dibiarkan ya. Tak ada perbaikan. Jalintim ini siapa yang memperbaiki ya?," ujar Tambunan balik bertanya.

Sementara, pihak Pemkab Pelalawan pernah menyentil pihak yang menangani kerusakan Jalintim karena terjadi banjir. 

Dikutip serantaumedia.id pada 7 Februari 2025 lalu, Zulfan selaku Kepala BPPD Pemkan Pelalawan mengatakan, Jalintim KM 83 adalah jalan nasional yang berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia (PUPR).

Zulfan menegaskan, perbaikan dan pemeliharaan jalan ini menjadi tanggung jawab Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau, yang juga sudah melakukan pemantauan pasca-banjir.

"Ada lubang dengan kedalaman mencapai 31 centimeter. Banyak jalan yang berlubang dan retak-retak. Perbaikan harus dilakukan secepatnya," pinta Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan kala itu.

Terhadap kerusakan di Jalintim itu,  hingga berita ini diturunkan Kepala Balai Johanis Tulak belum merespon meskipun sudah di konfirmasi lewat pesan elektronik whatsap, Senin, (26/1/2026). (R-01)


 


Komentar Via Facebook :