Batas SD Janji – Wilayah PLTA Parlilitan Sekitar 300 Meter, Kepsek: Mana Dana CSR Mega Power?
SD Janji Desa, Desa Sìon Selatan, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. (Dok: SC)

Batas SD Janji – Wilayah PLTA Parlilitan Sekitar 300 Meter, Kepsek: Mana Dana CSR Mega Power?

Parlilitan –  Setelah dua Kepala Desa menuntut Dana CSR Parllilitan, kini sekolah-sekolah berani mengutarakan kekecewaannya bahwa tidak adanya dampak keberadaan PLTA Parlilitan terhadap desanya. Kini, sekolah di kawasan PLTA Parlilitan yang bersentuhan langsung dengan sekolah, mulai angkat bicara.

Adalah Kepala Sekolah Dasar (SD) Janji 173488, Saur Tinambunan mengungkap kekecewaannya.

“Sekolah kami bisa dikatakan berdampingan dengan PLTA Parlilitan. Kalau gak salah  kurang lebih 300 meter batas wilayahnya SD Janji dan PLTA. Mana CSR-nya  PT. Mega Power Mandiri?,” ujar Saur Tinambunan di Janji, Parlilitan, Selasa, (11/8/2020)

Ia menjelaskan, sesungguhnya sekolahnya membutuhtkan bantuan dan perhatian PT. MPM terhadap bangunan sekolah SD Janji.

“Ruangan sekolah ada enam. Namun, butuh bantuan rehab karena sudah berlobang dan berlantai semen. Juga butuh, jamban untuk siswa,” Saur menambahkan.

Ia mengaku merasa malu karena kondisi sekolahnya cukup memprihatinkan ditengah hagemoni PLTA Parlilitan punya kontribusi sumber daya alam luar biasa di wilayahnya.

“Kami tidak menampik ada bantuan yang sudah dikucurkan pemerintah,.tapi selaku SD ini bertetangga dengan PLTA, setidaknya adalah perbedaan dengan SD lain. Kenapa, tidak ada dana CSR untuk siswa berprestasi dan beasiswa,”? tanya Saur.

Selain itu, pihaknya tidaklah menuntut banyak soal reliasasi dana CSR.

“Kami ingin murid yang berprestasi dibantu. Kemudian, karena sekolah kami dipinggir jalan, butuh pagar sekolah agar siswa tidak main keluar pagar karena kendaraan banyak melintas,” tutur Saur.

Senada dengan Kepsek SD Janji, Sekretaris desa (Sekdes) Sion Selatan,  Kecamatan Parlilitan, Mashuto Tinambunan lebih tegas lagi.

“Tidak perlulah kami desa dan sekolah harus buat proposal ke PT MPM. Kalau bantu-bantu ajalah. Kalau mau mereka langsung mengalokasikan bahan material dan lain-lain. Soal tenaga untuk memperbaiki kebutuhan  Sekolah dan jalan Desa, tenaga kita siapkan. Kalau mereka gak percaya uang dikasih, polanya seperti itu aja,” ujar Mashuto memberi solusi. di Janji, Parlilitan, Selasa, (11/8/2020)

Bahkan, Desa Sion Selatan dan Sekolah di kawasan idealnya, ada nilai tambah dengan keberadaan PLTA Parlilitan tersebut.

“Misalnya, dulu ada pertandingan tortor setiap 17an. Dan, diikuti seluruh SD dikawasan Si Onom Hudon. Nama kegiatan  “gendang buluh’ (alat musik gendang terbuat dari bambu-red). Lomba lari Jalenģkat. Itu budaya, dulu kerap menjadi tontonan idola masyarakat sehingga berduyun-duyun datang memperingati 17-an. Disitulah bentuk kepedulian yang akan dibantu melalui dana CSR. Itu bagian kepedulian,” jelas Mashuto.

Ia berharap, kehadiran PT. CME yang ada di Barung-barung, bisa memperhatikan pembangunan kawasan di wilayah Sionom Hudon. “Jangan seperti PT. Mega Power Mandir, kurang perhatian,” pungkas Mashuto.

Sebagai tambahan infornasi, SD Janji memilki siswa sebanyak 80 orang. 30 (tiga puluh) orang diantaranya, layak dapat bantuan siswa berprestasi. (Vernando Nahampun/SC-01)

CATEGORIES
TAGS