Home Ragam Fokus ESCO

Potret 8 Tahun Pegabdian Nikson Nababan: Bangkit Berdiri dan Melangkah Ukir Prestasi

Lihat Foto
×
Potret 8 Tahun Pegabdian Nikson Nababan: Bangkit Berdiri dan Melangkah Ukir Prestasi

Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Utara, punya historis bagi warga Tapanuli Utara dan Kabupaten tetangganya. 

Kabupaten Taput bisa dikatakan, Kabupaten Induk atas sejumlah pemekaran Kabupaten seperti Kabupaten Toba, Samosir dan Humbang Hasundutan (Humbahas).

Terhitung daerah otonom sejak 5 Oktober 1945 silam, Kabupaten Taput genap berusiaà 77 Tahun pada 5 Oktober 2022 lalu dan dipimpin 21 (dua puluh satu) Kepala Daerah atau Bupati. Peta wilayah Kabupaten Taput terdiri dari 15 kecamatan, 11 Kelurahan dan 241 Desa.

Kabupaten Taput berpusat Kota Tarutung, kini dibawah tampuk kepemimpinan Bupati Drs Nikson Nababan M.Si bersama pasangannya Sarlandy Hutabarat dipercaya masyarakat Taput dipiliih sebagai kepala daerah (Pilkada) masa periode 2019-2024.

Berkaca dengan Kabupaten dan Kota lain seusianya, Kabupaten Tapanuli Utara dinilai kategori baik di bidang pemerintahan, pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat dengan sederet prestasi yang sudah diraih.

Adalah Nikson Nababan sejak dilantik Bupati Taput pada 16 April 2014 menggantikan Torang Lumbantobing, sejumlah torehan prestasi diukir, Terbukti, Pemkab Taput disematkan 8 (delapan) kali wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) atas Laporan Hasil Pengelolaam  Keuangan Daerah (LHPKD) Kabupaten Taput.

Tak hanya itu, Pemkab Taput dibawah Nikson Nababan dihadiahi Perdikat Kabupaten Peduli Hak Azasi Manusia (HAM). Selanjutnya, Kabupaten Taput meraih Juara ke III dalam penanganan Covid-19 se-Indonesia dalam penilaian Kategori Perhubungan Dalam Memasuki Tatanan Hidup Baru.

Hebatnya lagi, Bupati Nikson Nababan merupakan penerima penghargaan Kepala Daerah Inovatif Inspiratif, Bupati terbaik dan Intensifikasi Pertanian.

Puncaknya, 8 tahun kepemimpinan Nikson Nababan di Pemerintahan terpilih Bupati Terbaik Kategori Pelaksanaan Pemerintah Daerah Berbasis Kemasyarakatan. 

Berbekal sejumlah raihan prestasi itu, Nikson Nababan berhasil mengantar Kabupaten Taput masuk nominasi dalam penyelenggaraan terbaik dalam menjalankan roda pemerintahan.

Genap 8 (delapan) tahun atau sewindu sejak 23 April 2022 lalu, Nikson Nababan memimpin Kabupaten Taput dan tahun ketiga bersama Wakil Bupati, Sarlandy Hutabarat periode kedua berjalan memimpin Kabupaten Taput.

Sepak terjangnya menahkodai Kabupaten Taput, Nikson Nababan meyakini Bangkit Berdiri dan Melangkah Ukir Prestasi. Dengan keyakinan itu, pujian pun mengalir setiap derap langkah mengabdi yang berkelanjutan menjalankan roda pemerintahan.

Segudang pujian raihan prestasi itu, bukan berarti tak ada kritikan maupun sorotan atas pelaksanaan kebijakan Pemerintah Kabupaten, baik di bidang ekonomi, politik maupun kebijakan publik terutama saat penanganan Covid - 19.

Terhadap kritikan itu, tak menyurutkan langkah Nikson Nababan berupaya melayani masyarakat dengan tulus dan ikhlas. Berbagai terobosan dan inovasi diciptakan dengan tujuan kemakmuran masyarakat Tapanuli Utara yang lebih baik dengan membuat kebijakan refocusing anggaran.

Tujuannya, supaya anggaran bisa digunaka membangun berbagai fasilitas sarana maupun prasarana yang ada di RSUD Tarutung sebagai salah satu Rumah Sakit rujukan penanganan Covid-19 di wilayah Tapanuli.

Ditengah masa Covid-19, Nikson Nababan juga mengambil suatu kebijakan untuk  melakukan pinjaman dana segar melalui progam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dua tahun berturut turut. 

Untuk diketahui, pada tahun 2020 Kabupaten Taput memperoleh pinjaman pertama senilai Rp 326.670.000.000,-. Kemudian, pada tahun 2021 berikutnya senilai Rp 73.330.000.000,-. 

Kebijakan itu dilakukan sebagai upaya pemulihan ekonomi daerah dampak Pandemi Covid 19. Upaya ini pun berbuah manis, dimana pemerintah pusat melalui Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama Komisaris Utama MNC Portal Agung Firman Sampurna kembali memberikan penghargaan terhadap Bupati Taput, Drs Nikson Nababan M.Si sebagai Kepala daerah Inovatif (KDI) Tahun 2022 atas peningkatan pelayanan kesehatan di daerah itu.

Hingga sejumlah agenda program pembangunan di berbagai bidang selama masa pandemi di Taputz tetap mampu menunjukkan hasil menggembirakan. Dimana berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Taput bahwa pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2021 mengalami peningkatan dibanding tahun 2020 lalu sebesar 3,54 persen dan hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Demikian di sektor perekonomian Kabupaten Tapanuli Utara diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2021 mencapai Rp 8.800,08 miliyar. Sedangkan, berdasarkan atas dasar harga konstan 2020 mencapai Rp 6.058,35 miliyar.

Dengan asumsi itu, maka pertumbuhan Perekonomian Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 2021 bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami peningkatan sekitar sebesar 3,54 persen.

Masih berasumsi dari data BPS Tapanuli Utara dalam angka 2022, lapangan usaha pertambangan dan penggalian merupakan lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 5,98 persen. Diikuti oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 5,79 persen, serta lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 5,43 persen. Lapangan usaha informasi dan komunikasi mengalami pertumbuhan sebesar 4,82 persen diikuti lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami sebesar 4,59 persen.

Selain itu sejumlah capaian prestasi diukir Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, bisa dilihat dan dianalisa sesuai fakta dan data BPS diantaranya; indeks pembangunan manusia di Kabupaten Tapanuli Utara telah berada di 73,76 poin atau tumbuh 39 poin dibanding capaian IPM 2020. Peningkatan IPM 2021 didukung oleh peningkatan di semua komponen penyusunnya.

Kondisi ini berbeda pada 2020, dimasa pandemi Covid-19 telah menyebabkan perlambatan pertumbuhan IPM yang disebabkan oleh penurunan pengeluaran per kapita yang disesuaikan. Pada 2021, pengeluaran per kapita telah merangkak naik 0,53 persen dibanding 2020. 

Dari sisi pendidikan, pada 2021 anak-anak berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 13,70 persen per tahun atau hampir setara dengan lamanya waktu untuk menamatkan pendidikan hingga setingkat Diploma I. Angka ini meningkat 0,01 tahun dibandingkan 2020 yang mencapai 13,69 persen pertahun. 

Selain itu, rata-rata lama sekolah penduduk umur 25 tahun ke atas juga meningkat 0,14 tahun, dari 9,85 tahun menjadi 9,99 tahun pada 2021. Dari sisi kesehatan, bayi yang lahir pada 2021 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 68,76 tahun, lebih lama 0,13 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.

Dimasa pengabdian Nikson yang merupakan mantan wartawan ini juga memiliki komitmen berkelanjutan membangun Tapanuli Utara dari desa untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan mandiri. Sebab menurutnya jika Desa terbangun maka Desa itu akan kuat. Kemudian jika Desa kuat maka Kota akanmaju dan jika kota sudah maju maka Indonesia akan Mandiri.

Maka semboyan Desa Kuat, Kota Maju Indonesia Mandiri yang dicanangkan itu sedang dan sudah dijalankan dengan membuka aksesibilitas seluruh warga yang bermukim di pedesaan terutama yang tinggal di daerah terpencil. Kondisi infrastruktur jalan, jembatan yang menghubungkan Dusun ke 
Desa, Desa ke Kecamatan dan ibukota Kecamatan ke Kabupaten sebelumnya masih memprihatinkan dan belum terbangun dengan baik.

Demikian halnya penyediaan jaringan listrik yang belum sepenuhnya memasuki Dusun-dusun dan Desa terutama yang berada di wilayah terisolir dan wilayah terluar Kabupaten Tapanuli Utara.

Visi Tapanuli Utara Lumbung Pangan dan SDM Tetap Dibenahi Sejak awal memimpin Tapanuli Utara, Nikson Nababan sudah mencanangkan Tapanuli Utara sebagai Lumbung Pangan. 

Itu sebabnya, Jalan-jalan menuju daerah-daerah pertanian dikoneksikan dari satu desa ke desa lainnya, dari satu kecamatan ke kecamatan lain bahkan akses yang sudah terbuka ditingkatkan kualitas jalannya dari lapen ke hotmix.

Tidak hanya akses jalan, tetapi Bupati Nikson Nababan juga tetap konsisten membenahi sejumlah infrastruktur pendukung seperti irigasi dan menyalurkan sejumlah bantuan mulai dari pengolahan lahan gratis kepada petani hingga penyediaan pupuk bayar pasca panen. Nikson Nababan yang pada 5 Oktober 2022 lalu, genap berusia 50 tahun, bersamaan dengan hari jadi ke 77 Tahun Kabupaten Tapanuli Utara. Hari jadi Taput yang dirangkai hari ulang tahun emas Nikson mendapat doa dan ucapan.

Hanya saja, perayaannya sedikit berbeda suasana dengan tahun-tahun sebelumnya, lantaran situasi kondisi Kabupaten Tapanuli Utara masih tahap pemulihan pasca Gempa Bumi 6,0 SR, Sabtu 1 Oktober 2022 lalu. 

Dampak bencana alam itu, mengakibatkan ribuan bangunan fisik mulai dari rumah warga, rumah ibadah, perkantoran termasuk fasilitas umum seperti jalan dan irigasi rusak berat dan ringan, satu orang meninggal dan puluhan korban luka luka.

Kondisi saat ini memang sedang terluka akibat bencana itu, namun jika saling membantu dan mendoakan, luka itu perlahan lahan akan pulih, sehingga pada malam puncak hari jadi Taput ke 77 tahun Rabu, 5 Oktober 2022 dilapangan 
Tangsi Tarutung digelar sebuah acara "Konser Amal Tapanuli Utara Margogo Bersama Slank".

"Dirgahayu Tapanuli Utara ke 77 tahun, selamat ulang tahun emas buat Bupati Nikson Nababan, semoga selalu mendapat perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.

"Sejumlah rencana dan program pembangunan kelak berkelanjutan di Tapanuli yang diimpikannya agar terwujud sebelum periode kepemimpinan berakhir," demikian harapan warga saat turut menyaksikan konser amal tersebut.

Menelisik pidato Nikson Nababan saat upacara hari jadi Kabupaten Tapanuli Utara ke 77 di Lapangan Serbaguna Tarutung, Rabu 5 Oktober 2022 lalu, sejumlah pembangunan berkelanjutan skala besar sedang dicanangkan Nikson Nababan. 

Sejumlah agenda pembangunan besar 
yang dirancang itu seperti pembangunan Sport Center, Rumah Sakit Bertaraf Internasional, Pengembangan Kawasan Perkotaan Aek Sigeaon, Pengembangan Wisata Salib Kasih dan Universitas Negeri Umum.

Kemudian, program revitalisasi Pasar Tarutung dan Siborong borong, Pembangunan Kebun Raya Silangit, hingga lanjutan pembangunan jaringan pipa transmisi air baku menjadi air bersih siap minum serta pembangunan infrastruktur.

Nikson juga memaparkan berbagai pembenahan pembangunan berkelanjutan khususnya dalam pembangunan wilayah pedesaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat melalui pendataan yang presisi dan akurat yang menggambarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di setiap desa. 

Bahkan, Pemkab Taput sedang melakukan 
pendataan desa presisi di 5 desa antara lain Desa Sibandang, Sampuran, Papande, Hutatoruan I dan Desa Sidagal. Gambaran ini merupakan bentuk tekad perubahan yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Tapanuli Utara lebih makmur dan sejahtera.

Terutama dalam hal bayang bayang pendirian Universitas Negeri Umum meski mendapat dikritik bahkan mengarah hujatan, namun program itu tetap masih yang terbaik dan cikal bakal menjadi secercah cahaya yang memberi harapan di tengah tantangan peningkatan kualitas pendidikan saat ini.

Sebab, rencana mendirikan Universitas Negeri itu tidak saja hanya bertujuan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) namun memiliki efek domino pada tiap lini sektor.

Hal ini sejalan dengan ungkapan Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan saat menghadiri sebuah acara pelantikan pengurus salah satu organisasi kepemudaan di Sopo Partungkoan Tarutung Kamis, (29/9) lalu.

Dia menyampaikan bahwa perkembangan sebuah daerah dimulai dengan membenahi SDM. Sehingga diyakini pendirian Universitas Negeri Umum tersebut 
akan berdampak pada sektor lain.

“Dengan adanya Universitas Negeri Umum itu, maka orang lain dari berbagai daerah akan datang kemari, Investasi tentu akan masuk, pariwisata domestik pasti akan bergerak, demikian juga pada sektor jasa pun akan bergerak masif," ujar Nikson

Mengenai adanya pro dan kontra dalam pendirian Universitas Negeri, Nikson mengatakan, dalam sebuah keputusan ataupun kebijakan pasti ada pro dan kontra. Bahkan, dimungkinkan harus ada yang dikorbankan demi membuat kawasan 
Tapanuli Raya maju lebih baik.

Harapan kita semua termasuk penulis ke depan kesemuanya itu tentu saja bisa dicapai sepenuhnya dan semoga diberkati oleh Tuhan.Sentuhan Personal. Seperti ungkapan terkenal, ‘Di sisi seorang pria sukses, ada wanita hebat yang mendampinginya’. 

Mungkin tidak sepopuler Bupati Nikson, tetapi sosok Ny Nikson Nababan Satika Boru Simamora bukanlah orang sembarangan. Santika boru Simamora adalah wanita hebat, tekun juga berdedikasi, dan tentu saja kesetiaannya mendampingi Bupati Nikson Nababan khususnya dalam memimpin Kabupaten Tapanuli Utara dua periode, telah menorehkan tinta emas.

Dengan prestasi rencana besar pembangunan berkelanjutan itu, dua sejoli ini, Nikson Nababan didampingi Ny Nikson Satika Boru Simamora telah bekerja membuat sejarah, dengan warisan yang luar biasa dan tentunya akan semakin berkembang di masa mendatang.

Pembahasan
Deretan sejumlah prestasi diukir itu, tidak bsia dipungkiri di tengah kondisi bangsa dan masyarakat yang sedang mengalami krisis multidimensional secara tidak langsung akan melahirkan kondisi ketidak percayaan dan hilangnya harapan 
akan bisa berubah menjadi kondisi yang lebih baik.

Ketidak percayaan itu dominan dilatar belakangi persoalan-persoalan yang tidak terpecahkan serta ketidak adilan atau ketimpangan dalam berbagai level (hubungan). Baik itu hubungan individu, kelompok golongan bahkan hubungan pemerintah dengan masyarakatnya.

Pada umumnya ketidak adilan itu melahirkan berbagai krisis lainnya dimulai dari krisis kepercayaan, moralitas, hukum, politik, pendidikan dan ekonomi. 

Demikian juga halnya dengan kualitas pembangunan yang kerap dirampok sekelompok orang yang mempunyai pengaruh kepada penguasa. Kini, realita kehidupan juga menunjukkan ketidak peka an terhadap sesama, kelompok dan individu. Hal tersebut bukan saja dipengaruhi tantangan 
sosial tetapi perspektif yang berbeda untuk suatu tujuan yang sama.

Terkait dengan itu, dalam partispasi perwujudtan pembangunan yang berkualitas, keadilan dan merata, diperlukan kesadaran diri dari setiap individu, kelompok dan penyelenggara pemerintahan serta bersikap adil yang bercirikan kejujuran, ketaatan hukum dengan penggunaan hati nurani.

Melihat sejarah Kabupaten ini telah memekarkan 3 (tiga) Kabupaten yakni Kabupaten Toba Samosir (Kabupaten Toba saat ini dan Kabupaten Humbang Hasundutan, tentu tidak lahir begitu saja namun butuh proses perjuangan tidak dengan individu melainkan didorong rasa peduli secara bersama dan sinergitas dari semua pihak, para pemangku kepentingan serta seluruh elemen masyarkat. Sebagai salah satu Kabupaten Induk yang terletak di kawasan Danau Toba. 

Sumber kehidupan utama di daerah ini adalah bertani, berdagang di samping letak daerah ini strategis sebagai daerah perlintasan dengan kabupaten lain. 

Namun untuk mengoptimalkan sumber daya atau potensi diatas, tata kelola pemerintahan baik menjadi bagian penting dalam pembangunan yang lebih baik. Sebab tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) tidak dapat dilepaskan dari prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan pemerintahan yang baik, yaitu transparansi, partisipasi, akuntabilitas dan sinergitas sebagai unsur utama.

Dalam tata kelola pemerintahan yang baik setidaknya harus ada partisipasi, sinergitas dari semua pihak dan memberdayakan seluruh potensi SDM, 
baik dari birokasi, organisasi kemasyarakatan, lembaga legislatif dan lainnya.

Selanjutnya, transparansi juga menciptakan kepercayaan timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan didalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai, kesetaraan memberi peluang yang sama bagi setiap anggota masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya, daya tanggap meningkatkan kepekaan para penyelenggara pemerintahan terhadap aspirasi masyarakat tanpa terkecuali.

Dari uraian tulisan diatas, penulis menyarankan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara senantiasa merajut sinergitas kepada semua stakeholder serta 
merangkul semua pihak yang berperan memberikan perhatian kemajuan dengan mengedepankan komunikasi sebagai media pembangunan partisipatif. Sebab dengan konsep pembangunan partisipatif merupakan suatu proses pemberdayaan sehingga masyarakat mampu untuk mengidentifikasi kebutuhannya sebagai suatu dasar perencanaan pembangunan.

Penutup
Beberapa tahun kedepan, dampak Pandemi Covid-19 masih mempengaruhi terhadap keuangan negara dan Pemerintah Daerah, sehingga perlu mencari peluang bagaimana program kegiatan perangkat daerah tidak hanya fokus melaksanakan rutinitas saja, namun perlu menelaah rencana kerja pemerintah pusat maupun Provinsi agar selaras dengan program kegiatan prioritas Tapanuli Utara dengan melibatkan peran serta masyarakat dan dunia usaha.

"BANGKIT BEDIRI, PENGABDIAN MENGUKIR PRESTASI MENUJU TAPUT HEBAT."


Komentar Via Facebook :