Home Serambi Riau Pekanbaru

Tingkatkan Ekonomi Warga, PT MASG Rekrut Ratusan Pekerja Tempatan

Lihat Foto
×
Tingkatkan Ekonomi Warga, PT MASG Rekrut Ratusan Pekerja Tempatan

Peranap - Keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Mustika Agung Sawit Gemilang (PT MASG) Desa Semelinang Darat Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dengan merekrut pekerja warga tempatan. Sumbangsih PT..MASG dalam membantu taraf hidup.warga,, ucapan syukur pun mengalir dari masyarakat. Pasalnya, perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kelapa sawit ini, bisa. merubah tatanan ekosistim perekonomian masyarakat tempatan mengingat pihak PT MASG mempekerjakan sekitar 80 (delapan puluh) persen dari jumlah 150 pekerja, Sedangkan pekerja bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) mencapai ratusan pekerja diluar sistim internal perusahaan. Demikian dikatakan Camat Peranap, Umar, S.Sos mengatakan, namanya persaingan bisnis tentunya ada saja suara minor dari sejumlah Ram atau Peron sejenis Agen penampung/pembeli sawit masyarakat yang merasa terusik dengan keberadaan PT MASG yang mampu membeli TBS warga pekebun sawit dengan harga tinggi dibanding dengan pembelian para agen setempat. Yang pasti, tujuannya bagaimana agar pendapatan masyarakat pekebun bisa bertambah. "Kita dari Pemerintah Kecamatan Peranap sepatutnya mengucapkan terima kasih terhadap pihak PT MASG yang ikut serta berperan merobah dan meningkatkan pendapatan masyarakat dari sektor naiknya harga TBS” kata Umar, saat dikonfirmasi Rabu (22/1/2019). Camat menambahkan, sepemgetahuannya pihak PT MASG tidak dikendalikan oleh pihak lain guna menekan harga sawit untuk keuntungan yang lebih besae bagi perusahaan. Unntunglah perusahaan yang terbilang masih anyar ini berpendirian yang teguh dengan dalil ikut serta mensejahterakan ekonomi warga tempatan, terutama masalah direkrutnya warga tempatan untuk menjadi tenaga kerja di PKS PT MASG itu," katanya. Camat Umar menilai perusahaan yang terbilang pro rakyat ini, kalau masalah geografis keberadaan PKS PT MASG saat ini terbilang di Desa Semelinang Darat. "Dasar pembuatan perijinan pendirian PKS PT MASG. dikatakan masih masuk dalam wilayah Desa Gumanti. Namun, bukan menjadi permasalahan yang signifikan, yang jelas PKS PT MASG itu dalam wilayah Kecamatan Peranap, Inhu, Riau dan patuh membayar pajak, itu saja,," Camat menjelaskan. Selain itu, PT MASG mampu merekrut ratusan tenaga kerja tempatan diantarnya, warga Desa Semelinang Darat, Gumanti dan Kelurahan Peranap "Ratusan tenaga kerja tempatan yang ikut bekerja di sector bongkar muat, jika perusahaan ini diobok obok terus yang menderita warga tempatan juga," ia menambahkan. Sedangkan, Pejabat Kades Semelinang Darat, Suhardiman, S.Sos mengatakan PT MASG membawa keberuntungan buat warga Semelinang Darat khususnya. Kenapa tidak, perusahaan yang masih terbilang baru itu mampu mendongkrak harga sawit hingga mencapai Rp.1.960 per kilogram, sedangkan harga di sejumlah agen jauh dibawah harga beli PT MASG. “Kami Pemerintahan Desa Semelinang Darat maupun Desa Gumanti Kecamatan Peranap ini, tidak pernah mempermasalahkan mana tapal batas antara kedua desa, semua berdasarkan hasil kesepakatan para tetua desa, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten," ujar, Suhardiman, Rabu, (21/1/2019) Pada kesempatan itu, Pj.Kades Gumanti Musliati melalui Sekdesnya, Suryanto mengakui sebagian besar warga menggantungkan hidupnya terhadap perusahaan PT MASG. Warga Gumanti yang bekerja di perusahaan dan ada yang menjadi anggota bongkar muat. Menurut Suryanto, kalau masalah tapal batas antara Desa Semelinang Darat dengan Desa Gumanti memang masih belum ada kesepakatan yang mutlak. Meski Desa Semelinang Darat itu merupakan pemekaran dari Desa Gumanti. Hal itu idak pernah dipermasalahkan, dan itu menjadi kewenangan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Inhu. Sementara, Humas PT MASG, Zulkifli Panjaitan, S.Sos, MM mengatakan, pihaknya tak menampik keberadaan PT.MASG di Kecamatan Peranap tujuannya untuk berbisnis. Pun, tidak mengenyampingkan perekonomian masyarakat tempatan. "Artinya dengan mendongkrak pendapatan masyarakat tempatan berimbas kepada pertumbuhan kelanjutan perusahaan untuk berusaha,"jelas Zul akrab dipanggil. PT MASG sejauh ini belum ada permasalah membuang air limbah serampangan. "Kolam yang disediakan saja belum penuh, pembuangan limbah baru bisa dilakukan setelah adanya proses sebagaimana aturan dan petunjuk dari pihak LHK tidak sembarangan buang limbau.,"ujar Zulkifli. Misalnya, asap boiler pada PKS bisa diupayakan tidak mengepul keluar dari cerobong boiler. Sebab PT MASG memiliki ahlinya agar asap tidak mengepul dari cerobong. "Pembakaran janjangan kosong (Jankos) lebih dulu diproses penghancurannya barulah dibakar," Zul mengakhiri.(*)


Komentar Via Facebook :