Home Serambi Riau Pekanbaru

Pj Wako Meradang Dianggap Tak Serius Tangani Sampah

Lihat Foto
×
Tanda larangan buang sampah baru terpasang di Jalan Arengka 2 dekat Terminal Bandar Raya, di Pekanbaru, Senin, (1/8/2022). (Dok: SC).
Pj Wako Meradang Dianggap Tak Serius Tangani Sampah

Tanda larangan buang sampah baru terpasang di Jalan Arengka 2 dekat Terminal Bandar Raya, di Pekanbaru, Senin, (1/8/2022). (Dok: SC).

Pekanbaru - Muflihun mulai menunjukkan tanda-tanda ketidapuasannya soal penanganan sampah hinggan jelas dirinya menjabat Penjabat Walikota Pekanbaru pada 23 Mei 2022 lalu. Mantan Sekretaris DPRD Riau itu kerap menggaungkan agar penanganan sampah ditangani serius guna Pekanbaru kembali meraih Piala Adipura.

Namun, jelang 100 hari mengemban Pj Walikota Pekanbaru, penanganan pengelolaan sampah dianggap 'setengah hati' karena dari pantuaanya dibeberapa titik lokasi terdapat tumpukan sampah.

Puncak ketidapuasan Uun akrab disapa Muflihun ditumpahkannya dihadapan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang juga dihadiri seluruh Camat dan Kepala Bagian (Kabag) saat rapat evaluasi pelaksanaan tugas kewilayahan digelar di Gedung Utama Komplek Tenayanraya, Pekanbaru, Senin, (1/8/2022).

Meski rapat tertutup bagi wartawan, suara Pj Wako jelas kedengaran dari luar ruangan lantai 5 tempat rapat berlangsung. Dalam pengarahannya kepada seluruh OPD terutama soal penganganan sampah. Bahkan, Pj Wako berulangkali mengingatkan tidak hanya ke pihak Dinas DLHK, juga ke seluruh Camat yang hadir.

"Soal sampah. Sekarang, inilah kondisinya. Hari ini rapat masalah sampah, dua hari kemudian muncul soal sampah menumpuk. Hari ini saya catat sampah, dua hari muncul lagi sampah," kata Uun dengan sedikit nada tinggi.

Uun pun menyoroti soal armada pengangkutan sampah dipinggir jalan dan dilarangnya membakar sampah.

"Kalau Pak Camat dan Bu Camat menelepon terkait masalah sampah, tolong diangkat teleponnya pak (ditujukan ke pejabat DInas DLHK-red)," ujar Uun.  

Lantas, Uun menunjukkan tumpukan sampah saat ia temukan sampah masih menumpuk dan berserak dijalan Arengka 2 dan Jalan Alam Mayang di Kota Pekanbaru. Tak hanya itu, Uun juga mempertanyakan kinerja tim pengawas bentukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

"Kemarin Bapak bentuk tim beranggotaka 43 orang mengawasi. Mana orangnya pak?. Mana orangnya?," tanya Uun lagi.

"Sesuai arahan, sudah kami perintahkan langsung pak, untuk zona 1..... Saat pukul 12.00 wib, saat pembongkaran di TPA 2. Sekarang armada sudah dilokasi, dan terjun langsung di Jalan Air Hitam dan Jalan Area Terminal AKAP Dan, daerah itu perbatasan kualu pak," ujar pejabat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) langsung terhenti karena penjelasannya dipotong Pj Walikota.

"Maaf, sebentar saya potong. Kalau seminggu saya menjabat tak apa-apa pak. Ini hampir 100 hari menjabat. Mana tim pengawas yang dibentuk beranggotakan 43 orang itu. Katanya, sudah bekerja sama Bhabinsa. Dijaga pak. Pengawasan 43 orang itu mana?. Bulan enam tahun depan, ini juga alasannya pak. Saya tidak mau. Ini bisa tangani sampah gak ini?. Masak 100 hari seperti ini. Gak masuk akal pak," ujar Uun lagi.

Untuk itu, Uun menegaskan, pengawasan tetap dijaga dan diminta kordinasi dengan Camat dan Lurah.

"Lurah harus tahu memetakan titik lokasi sampah. Tolong pak lurah sampaikan dan awasi. Kalau mereka tak mau, tolong sampaikan ke saya. Lurah harus tau, lokus rawan sampah itu," tegas Uun.

Pantaun terkini, Senin, (1/8/2022) pukul 17.49 wib, lokasi penumpukkan sampah di Arengka 2 tepatnya sepanjang Jalan Terminal Bandar Raya Payung Sekaki, yang disebutkan Pj Walikota Pekanbaru, Uun, telah terpasang larangan pembuangan sampah. Namun, sampah masih belum tuntas diangkut.

Usai rapat dipimpin Pj Wako, peabat DLHK Pekanbaru belum berhasil dikonfirmasi terkait ketidakpuasan penanganan pengelolaan sampah tersebut. Namun, para pejabat yang ikut hadir tampak usai mengikuti rapat, ada turut menyoroti dan ada juga menyampaikan pujian terhadap pejabat yang diapresiasi kinerjanya oleh Pj Walikota, Muflihun. (Up)

 


Komentar Via Facebook :