Home Serambi Riau Pekanbaru

Pak Gubri! Akses Jalan ke SMAN 17 Pekanbaru Mirip Berpetualang dan Terisolasi (1)

Lihat Foto
×
Tampak Jalan ke SMAN 17 hanya bisa dilintasi jalan kaki (Atas). Gedung SMAN 17 Pekanbaru yang baru dibangun. (Dok: SC)
Pak Gubri! Akses Jalan ke SMAN 17 Pekanbaru Mirip Berpetualang dan Terisolasi (1)

Tampak Jalan ke SMAN 17 hanya bisa dilintasi jalan kaki (Atas). Gedung SMAN 17 Pekanbaru yang baru dibangun. (Dok: SC)

Pekanbaru - Terbatasnya gedung sekolah untuk menampung siswa saat penerimaan siswa ditingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) dilingkungan Pemprov Riau, secara khusus di Pekanbaru setiap tahunnya. Alasan klasik itu, tatkala sudah melebih daya tampung ruang gedung sekolah sesuai kuota penerimaan siswa yang telah ditetapkan pemerintah. 

Solusi yang ditawarkan Pemerintah Provinsi Riau untuk mengurangi permasalahan minat siswa masuk ke Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) membludak setiap tahunnya terutama di Kota Pekanbaru. 

Adalah Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan Provinsi Riau bergerak cepat dengan  penambahan gedung sekolah baru. Salah satunya, telah dibangun SMA Negeri 17 Pekanbaru yang berada di wilayah Kelurahan Labuh Barat Baru, Kecamatan Payung Sekaki.

Hasil penelusuran bersama mitra Media Media ini, menapaki akses Jalan ke SMAN 17 itu dengan berjalan kaki. Sebab, akses jalan hanya bisa dilintasi roda dua sepanjang kurang lebih 300 meter. Akses jalan dinamai Jalan Fajar Raya itu menuju ke gedung SMAN 17 yang baru dibangun berdasarkan panduan 'geogle map' berjarak berkisar 1.5 kilometer. Waktu tempuh "nyaris' mendekati 1 jam dalam perjalanan.

Akses jalan menuju ke SMAN 17, harus berjibaku jalan kaki karena kondisi jalan tanah dan kubangan, mirip berpetualang. Ironisnya, rumah warga ada hanya dua kepala keluarga, tak jauh saat di awal masuk akses jalan Fajar Raya tersebut. 

Dimulai dari rumah warga tersebut, akses jalan butuh perjuangan dan waspada. Sebab, disamping jalan tanah dan berkubangan, kanan kiri sepanjang jalan tampak masih hutan dan ladang warga. Sehingga, terkesan bangunan gedung SMAN 17 seolah-olah terisolasi.

Pandangan lain, tampak sepanjang telah terpasang tiang milik PLN. Hanya saja tiang PLN itu, masih jauh dan belum sampai terpasang hingga ke lokasi komplek SMAN 17. 

Tiba dilokasi gedung SMAN 17, tampak dipintu masuk ke gedung SMAN 17 mesin pengaduk semen atau Mixer. Juga, jalan masuk ke komplek SMAN 17 itu tampak mulus. Lalu, tulisan SMAN 17 tak menonjol alias redup. Disisi kanan depan gedung sekolah, rumput atau ilalang, tampak baru saja dibersihkan. 

Kondisi gedung, dari kasat mata tampak kokoh dan megah dikelilingi rindangnya ilalang. Tiga gedung dibangun dengan perkiraan 13 (tiga belas) ruangan itu, berada dibawah tower listrik berkekuatan tinggi. 

Disisi timur bangunan sekolah, ada juga bangunan, sepertinya tempat warung atau kantin. Tampak juga ada tanki air dan terali pompa disisi bangunan gedung. Bangunan belum teraliri listrik itu, sepertinya kondisi bangunan belum bisa difungsikan alias belum sepenuhnya rampung. 

"Kami tak tau sampai kapan, akses jalan bisa diperbaiki. Apa jalan mau diperbaiki?," tanya warga enggan namanya disebutkan saat disambangi Awak Media, Kamis, (17/4/2025). (R-01)
 


Komentar Via Facebook :